Serunya Wisata Kuliner Ala Jaman Kerajaan di Pasar Kuna Lereng Banyumas, Bayar dengan Batok Kelapa

Jika berkunjung ke Grumbul Kedung Ngenge, Kabupaten Banyumas anda akan merasakan sensasi berbelanja di pasar layaknya jaman kerajaan.

Serunya Wisata Kuliner Ala Jaman Kerajaan di Pasar Kuna Lereng Banyumas, Bayar dengan Batok Kelapa
TRIBUNJATENG/Permata Putra SejatiĀ 
Suasana keramaian di Pasar Kuna Lereng, Desa Petir, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Jika berkunjung ke Grumbul Kedung Ngenge, Desa Petir RT 1 RW 4, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas anda akan merasakan sensasi berbelanja di pasar layaknya jaman kerajaan.

Jangan harap anda dapat membeli makanan dan minuman disana dengan menggunakan uang rupiah.

Sebab di Pasar Kuna Lereng hanya menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan kepengan. Kepengan adalah kepingan bulat berdiameter 5 cm yang terbuat dari tempurung kelapa. 

Jika akan membeli makanan tradisional maka tukarkanlah terlebih dahulu uang anda dengan menggunakan kepengen. Satu kepeng setara dengan Rp 2 ribu.

Pasar Kuna Lereng dihuni 30 pedagang yang menjual lebih dari 120 jenis makanan tradisional. Mulai dari jajanan pasar, minuman tradisional, dan makanan khas jaman kuno.

Ketika sampai di sana anda pasti akan dibuat bingung memilih makanan, minuman dan jajanan pasar yang disediakan. Ada banyak minuman tradisional diantaranya wedang cleblek ( kopi ), wedang jahe, wedang uwuh, dawet ayu, badeg (air nira), es cau (cincau), wedang bajigur dan masih banyak lagi.

Jajajan tradisionalnya juga unik dan beragam. Ada banyak jenis jajajan pasar diantaranya ciwel, cenil, inthil, candil, buntil, gebral, grontol, krawu, lopis, gethuk, oyek, klepon, kemplang, srabi, awug - awug, naga sari, ronda maya dan lain sebagainya.

Bukan hanya menemui makanan ataupun minuman tradisional. Ketika berkunjung ke Pasar Kuna Lereng anda juga akan menjumpai pedagang kain batik tulis khas Banyumasan. Suasana layaknya pasar tempo dulu semakin terasa karena terdapat musik calung Banyumasan yang mengiringi. 

Semua jajanan tradisional tersebut dibungkus menggunakan daun pisang. Sedangkan produk kerajinan seperti gantungan kunci dan aksesoris terbuat dari bambu dan tempurung.

Pedagang jajanan tradisional, Yati (58) mengaku sangat antusias bisa berjualan di Pasar Kuna Lereng, Sokaraja.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved