Nelayan Tolak Penggabungan Lokasi Lelang TPI Kota Pekalongan, Berikut Alasan Mereka

Kami berharap wacana tersebut dibatalkan dan lokasi lelang tidak digabung antara kapal besar dan nelayan kecil. Kalau bercampur pasti menyusahkan.

Nelayan Tolak Penggabungan Lokasi Lelang TPI Kota Pekalongan, Berikut Alasan Mereka
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pekerja dan nelayan mengemas ikan di TPI Kota Pekalongan, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - "Nelayan kecil seperti kami harus bertaruh nyawa di laut, dan hanya tempat lelang ikan tempat menjual ikan bagi kami. Tapi pemerintah malah menutupnya," jelas Rusli (48) nelayan Kota Pekalongan saat menanggapi kebijakan penutupan lokasi lelang di TPI Kota Pekalongan, Senin (11/3/2019).

Rusli merupakan nelayan yang menggunakan kapal kecil berisi 2 hingga 4 awak atau orang lokal menyebutkan kapal grandong, dan pihaknya menjelaskan lokasi lelang ikan sisi selatan sebagai tempat sandaran hidup nelayan kecil.

"Kalau disuruh bertarung harga di lokasi lelang ikan sisi utara dengan kapal besar, pasti harga ikan kami kalah," ujarnya.

Dia mengatakan, penggabungan lokasi lelang akan menyusahkan nelayan kecil dalam proses jual beli ikan.

"Kami berharap wacana tersebut dibatalkan dan lokasi lelang tidak digabung antara kapal besar dan nelayan kecil. Kalau bercampur pasti menyusahkan kami," paparnya.

Adapun Ari Robani (44) nelayan lainnya mengaku nelayan kecil harus menunggu waktu lelang ikan dan membuat ikan yang ditangkap cepat busuk.

"Nelayan kecil jarang menggunakan es dan langsung menjualnya ke tempat lelang usai mendapat ikan dari laut, kalau menunggu waktu lelang hingga siang atau sore hari kondisi ikan kami pasti tidak akan segar lagi," terangnya.

Ari menambahkan, apapun alasannya jika kebijakan merugikan orang kecil seharusnya tidak diterapkan.

“Kami juga terkejut tiba-tiba ditutup dan proses lelang dialihkan ke utara, alhasil kami harus menunggu hingga siang bahkan sore hari untuk menjual ikan," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved