Antusiame Pelajar Sambut Museum Keliling, Kenalkan 2 Tokoh Budi Utomo Asal Banyumas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan program museum keliling di Banyumas

Antusiame Pelajar Sambut Museum Keliling, Kenalkan 2 Tokoh Budi Utomo Asal Banyumas
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Keseruan para pelajar ketika melihat Museum Keliling di Gedung Bakorwil, Purwokerto pada Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan program museum keliling di Banyumas tepatnya di Gedung Bakorwil, pada Senin (11/3/2019). Museum keliling ini dimulai pada 11 Maret 2019 sampai 16 Maret 2019.

Banyumas dipilih sebagai tempat mengadakan pameran karena memiliki sejarah penting kebangkitan nasional. Tujuan utamanya memberikan pemahaman bahwa ada tokoh-tokoh kebangkitan nasional yang berasal dari Banyumas.

Dia adalah Dr. Margono Soekarjo yang merupakan alumni dari STOVIA (Sekolah kedokteran pertama di Indonesia). Selain itu ada juga dr Anggoro Kasih (Angka) dan dr Gumbreg sebagai 2 tokoh pendiri Budi Utomo.

Wilayah Banyumas memiliki andil besar dalam lintasan sejarah kebangkitan nasional. Karena dulu di daerah Banyumas sempat terjadi wabah penyakit yang mengilhami berdiri nya sekolah kedokteran pertama (STOVIA) dibangun oleh pemerintahan Belanda.

Wilayah Banyumas banyak memiliki perkebunan tebu dan banyak pekerja yang pada waktu itu terserang penyakit. Jika para pekerja sakit maka akan mempengaruhi produksi pertanian milik kolonial Belanda. Oleh karena itu sekolah dokter mulai di inisiasi sebagai upaya mencetak tenaga medis untuk membantu para pekerja yang terkena penyakit.

Ada 5 daerah yang disambangi oleh Museum Keliling. Pada Februari pameran di adakan di Kepulauan Seribu. Kemudian pada Maret di Banyumas, selanjutnya adalah di Nusa Tenggara Barat, Jambi, dan yang terakhir adalah Surabaya.

"Kami membawa beberapa barang untuk dipamerkan, salah satunya adalah tas kerja milik dr Angka," ujar Nur Khozin selaku Kepala Seksi Bagian Pengkajian dan Perawatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada Tribunjateng.com, Senin (11/3/2019).

"Ada juga beberapa alat-alat kedokteran seperti microskop dan buku-buku. Barang barang tersebut dibawa langsung dari Jakarta sebagai upaya mengenalkan kepada para pelajar di Banyumas," tambahnya.

Program museum keliling gratis tanpa dipungut biaya apapun bagi seluruh pengunjung baik pelajar ataupun umum. 
Masyarakat yang berkunjung ke museum keliling bisa mengenal lebih dekat tentang sejarah tokoh-tokoh pergerakan nasional di Banyumas.

Salah seorang pengunjung Agung Nugroho (25) mengaku antusias menyaksikan barang-barang peninggalan para tokoh-tokoh pergerakan nasional.

"Saya baru mengetahui jika di Banyumas ada tokoh hebat selain Jenderal Soedirman, yaitu dr Angka dan dr Gumbreg. Ternyata mereka adalah 2 orang tokoh pendiri Budi Utomo," ungkapnya.

Museum keliling juga menampilkan panel gambar-gambar mengenai sekolah STOVIA. Ada juga tokoh-tokoh Banyumas, dan foto-foto tempo dulu Banyumas.

Masyarakat yang telah berkunjung juga akan mendapatkan merchandise menarik dari Museum Kebangkitan Nasional. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved