Sungai Juwana Dinormalisasi April 2019, Anggarkan Pemerintah Pusat Rp 40 Miliar

Bupati Pati Haryanto kerap kali mengatakan bahwa satu di antara penyebab banjir utamanya ialah luapan Sungai Juwana.

Sungai Juwana Dinormalisasi April 2019, Anggarkan Pemerintah Pusat Rp 40 Miliar
ISTIMEWA
Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Normalisasi Sungai Juwana di Ruang Joyokusumo Setda Pati, Selasa (12/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Haryanto kerap kali mengatakan bahwa satu di antara penyebab banjir utamanya ialah luapan Sungai Juwana.

Oleh karenanya, pada berbagai kesempatan, Haryanto menyampaikan harapan agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, sebagai instansi yang memiliki wewenang dalam hal tersebut, segera menormalisasi Sungai Juwana.

Harapan Bupati Haryanto tersebut telah menjumpai titik terang. Pemerintah pusat telah mengucurkan dana Rp 40 miliar untuk menormalisasi sebagian Sungai Juwana. Rencananya, pekerjaan tersebut akan dimulai pada April 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Pemali Juana Adi Umar Dani pada Rapat Koordinasi Normalisasi Sungai Juwana di Ruang Rapat Joyokusumo Setda Pati, Selasa (12/3/2019)

“Rencananya, mulai pertengahan April sudah eksekusi di lapangan. Waktu pengerjaannya tujuh bulan, jadi kira-kira sampai akhir 2019. Dengan anggaran Rp 40 miliar, panjang sungai yang dapat dinormalisasi kira-kira lima kilometre, mulai muara sampai Jembatan Juwana,” terangnya.

Adi mengatakan, sesuai keadaan penampang, pada pengerjaan normalisasi ini Sungai Juwana akan dikeruk sedalam tiga sampai empat meter.

“Di daerah permukiman tidak ada pelebaran sungai. Namun, setelah permukiman sampai muara  rencananya  akan ada pelebaran. Dalam hal ini kami membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten agar pelebaran ini tidak menimbulkan masalah di masyarakat. Sebab banyak area tambak di sekitar sungai,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Adi menyampaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam rencana pengerjaan normalisasi Sungai Juwana.

Persoalan pertama ialah terkait lahan tempat pembuangan hasil galian.

Persoalan kedua ialah mengenai banyaknya kapal nelayan di sepanjang Sungai Juwana.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved