Menciptakan Lulusan Perguruan Tinggi Yang Kompeten di Era Industri 4.0

Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat melahirkan sumberdaya manusia kompeten.

Menciptakan Lulusan Perguruan Tinggi Yang Kompeten di Era Industri 4.0
IST
ilustrasi sukses 

Oleh: Flemming Panggabean, MBA, Ph.D (candidate)

Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi Semarang

TRIBUNJATENG.COM - Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat melahirkan sumberdaya manusia kompeten yang siap menghadapi persaingan dunia kerja.

Tanpa dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan teknologi, keahlian kerja, kemampuan beradaptasi, dan pola pikir kritis dan analitis, tentunya lulusan akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Terlebih saat ini, dunia pekerjaan sudah sangat dipengaruhi oleh banyak disrupsi seperti Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan hadirnya teknologi digital, artificial intelligence, robotic, big data.

Flemming Panggabean, MBA, Ph.D. (Candidate)
Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi
Flemming Panggabean, MBA, Ph.D. (Candidate) Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi (IST)

Alhasil, terjadinya pergeseran di dalam proses-proses dalam pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh human (manusia) akan diganti oleh tenaga robotik sebagai bentuk state-of-the-art teknologi di era Industri 4.0, selaras dengan hasil studi McKinsey (2016) yang menyatakan sekitar 52,6 juta pekerjaan di Indonesia berpotensi akan tergantikan oleh otomatisasi mesin berteknologi digital.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti telah mendorong perguruan tinggi untuk mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil, baik aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi humanis.

Literasi data berbicara mengenai kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital.

Literasi teknologi berbicara kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding/programming, artificial intelligence, mobile computing & engineering principles).

Dan literasi humanis (manusia) berbicara mengenai kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif, yang tercemin lewat sikap dan kemampuan dalam hal kepemimpinan, kerja sama dalam tim, kelincahan dan kematangan lintas budaya.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved