‎Polres Wonosobo Bantah Tak Bertindak Tegas Tangani Kasus Penganiayaan Driver Ojek Online

Kasubag Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan, menampik penilaian polisi bertindak tak tegas dan permisif menangani penganiayaan driver ojek online.

‎Polres Wonosobo Bantah Tak Bertindak Tegas Tangani Kasus Penganiayaan Driver Ojek Online
GOOGLE
Ilustrasi ojek online 

TRIBUNJATENG.COM - Kasubag Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan, menampik adanya penilaian polisi bertindak tak tegas dan permisif dalam menangani perkara penganiayaan driver ojek online (ojol).

Ia menegaskan, kepolisian bersikap profesional dan tak tebang pilih dalam menangani perkara ini.

"Kami bersikap profesional dan tegas dalam menindajlanjuti laporan dari masyarakat, termasuk dalam perkara ini," katanya.

Diakui, dalam laporan yang dilayangkan oleh paguyuban ojol, terdapat empat nama yang diduga turut dalam melakukan perusakan barang dan penganiayaan.

Keempatnya pun, sambung dia, telah diperiksa dan dimintai keterangan.

Kuasa Hukum Paguyuban Ojek Online Minta Polres Wonosobo Bertindak Tegas Pascakericuhan

Dari hasil pemeriksaan, tegas perwira pertama polisi berpangkat dua balok di pundak itu, tiga di antaranya terbukti melakukan tindak pidana perusakan barang atau penganiayaan.

Sementara, satu di antaranya tidak terbukti melakukan tindak pidana.

"Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, karena cukup bukti, sementara yang satunya tidak terbukti secara kuat, karena itu kemudian dilepas," ujarnya.

Ia menegaskan, dilepasnya satu orang terduga pelaku, bukan karena alasan 'kemanusiaan' seperti kabar yang santer beredar.

Namun, murni karena dalam proses hukum yang bersangkutan tidak ditemukan bukti yang cukup kuat turut melakukan tindak pidana.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved