Desa Wisata Edukasi Kalipucung di Kabupaten Semarang Kenalkan Permainan Tradisional

Sejumlah anak terlihat sedang bermain di Desa Wisata Edukasi Kalipucung di Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.

Desa Wisata Edukasi Kalipucung di Kabupaten Semarang Kenalkan Permainan Tradisional
Tribun Jateng/Amanda Rizquana
Puluhan siswa SD H Isriyati Baiturrahman 1 Kota Semarang foto berlatar tulisan Kali Pucung di Desa Wisata Edukasi Kalipucung, Desa Genting, Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Beberapa anak terlihat bersemangat saat mencoba naik egrang di Desa Genting, Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Kamis (14/3/2019).

Di tempat lain, sekelompok anak tengah adu balap ban sepeda yang didorong menggunakan bambu.

Mereka terlihat menjajal permainan yang tak setiap hari mereka temukan di rumah maupun sekolah.

Para siswa SD H Isriyati Baiturrahman Kota Semarang itu tengah menikmati kegiatan luar ruangan di Desa Wisata Edukasi Kalipucung di Desa Genting.

Di desa wisata tersebut, pengelola tak hanya menyediakan permainan tradisional yang tak lagi mudah ditemukan di kota.

Mereka juga menyiapkan paket wisata mengenal tarian kuda lumping, sorengan, dan gambyong.

"Kami tak hanya ingin siswa senang tapi bagaimana mereka juga bisa mengenal alam," ungkap Widodo Pramukanto, inisiator Desa Wisata Edukasi Kalipucung.

Bupati Mundjirin Lantik Gus Wakhid Hidayat Jadi Direktur Utama PDAM Kabupaten Semarang

Menurut Widodo, pihaknya juga memiliki kegiatan pertanian.

Di sini, siswa diajak menanam atau memanen sayur serta buah.

Juga, melihat proses produksi makanan tradisional, semisal nasi jagung, tempe, gula aren, serta jahe instan.

"Siswa juga bisa belajar keterampilan membuat permainan dari bambu dan janur," ujar pria yang juga guru di SMK Negeri 1 Bawen ini.

Anik Budi, guru SD H Isriyati Baiturrahman Kota Semarang, mengatakan, kegiatan luar ruangan bagi siswa merupakan bagian dari pembelajaran.

Pihaknya memilih Desa Wisata Edukasi Kalipucung lantaran memiliki program bermain yang bermuatan pendidikan.

"Setelah mengikuti kegiatan luar ruangan seperti ini, biasanya, siswa lebih bersemangat ke sekolah karena mereka telah mengenal kawannya secara baik. Mereka juga punya referensi permainan yang dapat dilakukan secara berkelompok di sekolah nanti," katanya. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved