Manggis Asal Paninggaran Pekalongan Tembus Pasar Timur Tengah hingga Belanda

Potensi perkebunan manggis di Kecamatan Paninggaran tersebut hingga kini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Manggis Asal Paninggaran Pekalongan Tembus Pasar Timur Tengah hingga Belanda
Tribun Jateng/Budi Susanto
Petani manggis di Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, tengah melakukan penen raya, Kamis (14/3/2019).

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi perkebunan yang menjadi primadona ekspor beberapa negara.

Misalnya buah manggis di Kecamatan Paninggaran, di mana setiap tahunnya dikirim ke Tiongkok, Timur Tengah hingga Belanda.

Potensi perkebunan manggis di Kecamatan Paninggaran tersebut hingga kini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Supeno (38) satu di antara petani manggis di Desa Paninggaran, mengaku bisa meraup keuntungan Rp 3 juta dari setiap pohon manggis yang ia miliki.

"Saya punya 15 pohon manggis dan semuanya produktif, panen raya Maret hingga April mendatang setiap pohon bisa menghasilkan 3-4 kuintal jika dirata-rata mencapai Rp 3 juta," jelasnya, Kamis (14/3/2019).

Supeno mengatakan, hasil panen hanya bisa dijual ke pengepul yang ada di Kecamatan Paninggaran karena ia buta akan pasar ekspor.

"Saya jual borongan ke pengepul, kalau kualitas buah biasa dihargai Rp10 ribu per kilogram, sedangkan kualitas super Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu."

"Pengepul biasanya melakukan sortir untuk kemudian dikirim ke tempat pengemasan yang ada di Jawa Barat untuk diekspor," ujarnya.

Supeno menuturkan tak pernah mengalami kesulitan dalam merawat pohon manggis yang ada di kebunnya.

"Pohon manggis tidak perlu perawatan khusus, hanya hama tupai saja kendalanya."

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved