Pasukan Bom Bunuh Diri ISIS Bikin Pasukan Koalisi Kesulitan Raih Kemenangan Mutlak

Aliansi Kurdi dan Arab mengungkapkan kesulitan dalam merebut benteng terakhir Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di Baghouz

Pasukan Bom Bunuh Diri ISIS Bikin Pasukan Koalisi Kesulitan Raih Kemenangan Mutlak
AFP/DELIL SOULEIMAN
Dalam foto yang diambil pada 11 Maret 2019, desa Baghouz menyala di malam hari oleh serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Baghouz merupakan benteng terakhir ISIS, dan saat ini digempur koalisi pimpinan AS. 

TRIBUNJATENG.COM - Aliansi Kurdi dan Arab mengungkapkan kesulitan dalam merebut benteng terakhir Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di Baghouz.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dibantu bantuan udara dari jet tempur koalisi Amerika Serikat (AS) menggempur desa di perbatasan Irak itu.

Namun meski dimbombardir, SDF mengaku kesulitan mendapatkan kemenangan mutlak karena anggota ISIS bersembunyi di bawah tanah untuk berlindung dari serangan udara.

Selain itu, menurut juru bicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang masuk dalam aliansi SDF Jiaker Amed berujar, ISIS menggunakan pasukan bom bunuh diri.

Taktik anggota ISIS yang menggunakan bom bunuh diri menyulitkan pasukan darat SDF untuk maju dan merebut Baghouz, seperti dikutip AFP Kamis (14/3/2019).

"Memang ada perkembangan."

"Namun sangat lambat karena kawasan itu termasuk sempit," ucap Amed.

Kebanyakan yang ada di Baghouz adalah pasukan bom bunuh diri ISIS.

Dia menjelaskan ISIS menggunakan taktik bawah tanah dengan berlindung di terowongan dan parit untuk menghindari serangan udara koalisi AS.

Amed mengungkapkan SDF yang mendapat bantuan dari koalisi AS bakal terus menggempur ISIS setiap hari selama siang dan malam untuk merebut Baghouz.

Sejak koalisi AS dan SDF mulai merangsek ke Baghouz pada Desember 2018, sebanyak 60 ribu warga Baghouz kabur, dengan 10 ribu di antaranya adalah anggota ISIS.

Sementara juru bicara SDF Mustafa Bali mengungkapkan sebanyak 3 ribu anggota ISIS menyerah sejak serangan dilaksanakan pada Minggu (10/3/2019).

Eksodus yang terjadi telah menimbulkan krisis kemanusiaan di kamp pengungsian al-Hawl yang dikelola oleh SDF di mana perempuan dan anak-anak kelaparan dan kehausan.

Karena krisis itu, badan pangan PBB pada Selasa (12/3/2019) meminta tambahan pendanaan untuk mengatasi kekurangan di al-Hawl. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pasukan Bom Bunuh Diri ISIS Sulitkan Koalisi AS Rebut Baghouz

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved