Saat Siaran di Radio, Bupati Tegal Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya di Pilpres 2019 Nanti

Bupati Tegal, Umi Azizah mengingatkan kepada masyarakat untuk ambil bagian dalam proses Pemilihan Presiden (Pilpres) tanggal 17 April 2019 mendatang.

Saat Siaran di Radio, Bupati Tegal Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya di Pilpres 2019 Nanti
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah saat siaran di Radio Slawi FM dengan tema Kampanye dan Data Pemilih, Kamis (14/3/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah mengingatkan kepada masyarakat untuk ambil bagian dalam proses Pemilihan Presiden (Pilpres) tanggal 17 April 2019 mendatang.

Sebab, menurutnya, pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali ini akan menentukan masa depan Indonesia.

“Mungkin pada saat Pilkada kemarin di Kabupaten Tegal hanya 65 persen. Harapan saya pada Pilpres ini pemilih di Kabupaten Tegal bisa mencapai 75 persen,” papar Umi saat siaran langsung di Radio Slawi FM dengan tema Kampanye dan Data Pemilih, Kamis (14/3/2019) pagi.

Mucikari di Tegal Tertangkap Basah Polisi Saat Bawa PSK Usia 18 Tahun ke Hotel

Tak lupa, Umi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal supaya tetap menjaga kondusifitas.

Pemerintah dan TNI-POLRI sudah bekerja semaksimal mungkin, untuk mengantisipasi adanya gangguan yang akan terjadi.

Umi mencontohkan, seperti diadakanya simulasi Sispamkota beberapa waktu lalu yang merupakan bagian dari upaya pengamanan.

"Saat dilakukan oleh jajaran kepolisian, dibantu TNI, Linmas, dan Satpol PP. Tetapi semuanya harus ada dukungan dari masyarakat. Mari jaga semangat kebersamaan. Siapapun pilihannya tetap jaga paseduluran,” tegas Umi.

Selain Bupati Tegal, Ketua KPU Kabupaten Tegal, Nurohman yang ikut sebagai pembicara pada siaran itu menuturkan bahwa per 17 Februari 2019 lalu, pihaknya mencatat jumlah DPT di Kabupaten Tegal ada sebanyak 1.206.180 jiwa.

Data ini, menurut Nurohman, masih dapat berubah karena banyak pemilih yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Tegal.

Terkait pemilih penyandang disabilitas, Nurokhman menjelaskan, KPU wajib memfasilitasi kebutuhan pemilih yang berstatus disabilitas.

“Misalnya terdapat pemilih tunanetra, kami akan memandunya sesuai ketentuan yang ada. Bahkan jika ada yang membutuhkan kursi roda, kami juga siap untuk memberikan fasilitas tersebut,” jelasnya. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved