Wagub Jateng Sosialisasikan Sistem Layanan Rujukan Terpadu Untuk Entaskan Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

Wagub Jateng Sosialisasikan Sistem Layanan Rujukan Terpadu Untuk Entaskan Kemiskinan
Istimewa
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam acara sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk wilayah eks karesidenan Semarang dan Pati di Ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk wilayah eks-karesidenan Semarang dan Pati di Ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Kamis (14/3/2019).

SLRT merupakan sistem yang membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, kemudian menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah maupun nonpemerintah sesuai kebutuhan mereka.

Dengan kata lain, SLRT merupakan layanan pengentasan kemiskinan satu pintu.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyampaikan, saat ini di Jawa Tengah telah ada 10 kabupaten/kota yang menerapkan SLRT.

Ganjar dan Heru Luncurkan Sistem Layanan Berbasis Transparansi

Di antaranya yaitu Demak, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Sukoharjo, Sragen, Surakarta, dan Pekalongan.

Menurut Taj Yasin, SLRT sangat dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan.

Dalam menyukseskan program tersebut, ia mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menghilangkan ego sektoral.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, dibutuhkan koneksi antar-OPD dan pihak terkait lainnya.

“Dibutuhkan sinergi antar-OPD. Bukan hanya OPD, program Corporate Social Responsibility(CSR) juga bisa kita rangkul. Bahkan, lembaga pendidikan juga bisa kita libatkan dalam program pengentasan kemiskinan ini,” ungkapnya.

Melalui SLRT, lanjut Taj Yasin, masyarakat miskin dan rentan miskin dapat langsung mendapatkan kepastian terkait program sosial sesuai kebutuhan mereka, entah itu bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), jambanisasi, Program Keluarga Harapan (PKH), dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved