Bangunan Mushala Nurul Huda Desa Pakem Kabupaten Pati Perlu Diperluas, Kemenag Bantu Rp 10 Juta

Kemenag Kabupaten Pati dan Kodim Pati menyerahkan bantuan dana renovasi Mushala Nurul Huda Desa Pakem RT 01 RW 04, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.

Bangunan Mushala Nurul Huda Desa Pakem Kabupaten Pati Perlu Diperluas, Kemenag Bantu Rp 10 Juta
ISTIMEWA
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Imron beserta Dandim 018 Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyerahkan bantuan dana renovasi Mushala Nurul Huda Desa Pakem RT 01 RW 04, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Imron beserta Dandim 018 Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyerahkan bantuan dana renovasi Mushala Nurul Huda Desa Pakem RT 01 RW 04, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Kamis (14/3/2019).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2019.

Imron menjelaskan, sebagai instansi pemerintah juga berkewajiban menjalin kerja sama terintegasi dengan dinas atau instansi terkait demi kemaslahatan umat.

"Untuk itu, kami telah berkomunikasi untuk turut berpartisipasi menyukseskan TMMD. Terutama dalam pembangunan fisik demi kemaslahatan umat. Dalam hal ini, berdasarkan informasi dari pengurus mushala, perlu ada perluasan bangunan mushala untuk menampung jamaah," ungkapnya.

Sehingga, lanjut Imron, Kemenag bersama Kodim 0718 Pati bersepakat memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan menegaskan, bantuan dana rehab yang diberikan Kemenag merupakan wujud kerja sama antara Kemenag dan Kodim Pati untuk menyukseskan program TMMD di desa itu.

”Agar lebih banyak masyarakat Desa Pakem yang bisa merasakan manfaat mushala. Yang tidak kalah penting, agar warga dapat terus memakmurkan dan sama-sama menjaga mushala Nurul Huda ini," ungkapnya.

Pengurus Mushala Nurul Huda, Haryono (45) menyampaikan, tempat ibadah yang selama ini dipergunakan warga tersebut memang kurang memadai untuk menampung warga saat salat berjamaah.

"Khususnya kalau bulan puasa. Tempat ini penuh sesak saat salat tarawih. Bahkan jamaah sampai ke luar teras. Maka, kami merasa mushala ini perlu diperlebar supaya muat menampung seluruh jamaah," ujarnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved