Inovasi Hendi Perbaiki Jalan Rusak Hanya Dua Hari

Keterlibatan masyarakat dan pihak swasta dalam pembangunan menjadi salah satu kunci percepatan perubahan dan kemajuan Kota Semarang saat ini.

Inovasi Hendi Perbaiki Jalan Rusak Hanya Dua Hari
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menjadi nara sumber dalam acara Seminar Anti Korupsi yang mengambil tema "Penguatan Akuntabilitas dan Inovasi dalam Pengadaan Publik dan Perijinan oleh Pemerintah Daerah di Hotel Gumaya 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keterlibatan masyarakat dan pihak swasta dalam pembangunan menjadi salah satu kunci percepatan perubahan dan kemajuan Kota Semarang saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menjadi narasumber dalam acara Seminar Anti Korupsi yang mengambil tema "Penguatan Akuntabilitas dan Inovasi dalam Pengadaan Publik dan Perijinan oleh Pemerintah Daerah di Hotel Gumaya, Semarang beberapa waktu lalu.

Hendi, sapaan akrab wali kota menyampaikan bahwa APBD Kota Semarang memang kalah jika dibandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Hal ini yang kemudian mendorong Hendi untuk menerapkan konsep bergerak bersama, yaitu dengan mendorong peran serta swasta untuk ikut membangun Kota Semarang.

“Karena kalau mengandalkan APBD saja tidak cukup. Apalagi APBD Kota Semarang masih kalah dibanding Kota metropolitan lain, seperti Surabaya dan Bandung. Sehingga tanpa dukungan masyarakat, pengusaha dengan CSR-nya serta teman-teman media, kota ini akan selalu tertinggal,” ujar Hendi.

Guna mendorong peran masyarakat dalam pembangunan, maka masyarakat juga telah dimudahkan dalam urusan pengaduan kepada Pemerintah.

Pun begitu di sini Hendi juga melihat perlu adanya transparansi dan kemudahan dalam proses perijinan dan pengadaan.

Menurutnya melalui kemudahan perijinan dapat mengundang investor untuk datang ke kota Semarang, dan dengan transparansi pengadaan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya pengusaha kepada Pemerintah.

“Kemudahan dan keterbukaan proses ijin buktinya dapat meningkatkan partisipasi swasta untuk berinvestasi di Kota Semarang. Indikasinya yaitu jumlah hotel dan restoran yang meningkat. Jumlah hotel yang tadinya 180-an sekarang meningkat signifikan menjadi 800-an. Restoran yang tadinya 900-an sekarang mencapai 1.800-an.

Kenaikannya sampai 200 persen. Dengan banyaknya investor yang membuka usaha di Kota Semarang, berarti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pajak retribusi yang akhirnya kembali lagi untuk membiayai pembangunan di kota Semarang,” terang Hendi.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved