Ganjar Pranowo Harap Kepala BI Jateng Baru Tetap Bisa Tekan Inflasi

Suko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara itu diangkat untuk mengisi posisi yang sama di Jateng.

Ganjar Pranowo Harap Kepala BI Jateng Baru Tetap Bisa Tekan Inflasi
Tribunnews.com  
Ilustrasi Bank Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kepala BI Jateng yang baru, Suko Wardoyo, diharapkan tetap mampu menekan inflasi di Jateng. Harapan itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam serah terima jabatan Kepala BI Jateng, Jumat (15/3).

Suko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara itu diangkat untuk mengisi posisi yang sama di Jateng. Sementara Hamid Ponco Wibowo yang sebelumnya menjabat di Jateng kini diangkat menjadi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta.

"Kehadiran BI ini sangat penting bagi kami. Banyak persoalan yang kami kurang terlalu jeli melihatnya dan BI hadir membantu mengusulkan solusi," kata Ganjar.

Menurut dia, satu contohnya adalah soal inflasi di Jateng. Dari dalam gedung BI Jateng muncul cara-cara untuk mengendalikan inflasi dengan cara baik dan cepat.

"Contohnya kemarin saat harga cabai anjlok, pemerintah provinsi diminta mengambil langkah membeli komoditi itu dari petani. Petani jual Rp 8 ribu/Kg, saya tawar jadi Rp 18 ribu/Kg, kami beli," bebernya.

Meski setelahnya ia banyak diprotes tengkulak, Ganjar mengakui, langkah itu dipandang cukup efektif.

Pendampingan dan kerja sama semacam itu ia harapkan tetap berlanjut saat tampuk kepemimpinan beralih ke Suko Wardoyo.

Apa yang disampaikan Ganjar itupun diamini Deputi Gubernur BI Jateng Sugeng. "Inflasi di Jateng dilihat dari Februari lalu memang terendah, bahkan bisa saya bilang paling rendah dalam sejarah Jateng di angka 1,57 persen," ujarnya.

Meski demikian, menurut dia, rotasi di tingkat pimpinan perwakilan tetap dipandang perlu. Memimpin dari satu daerah ke daerah lain dinilai akan sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan tiap kepala perwakilan.

"Kami berharap pengalaman di Menado yang dimiliki Pak Suko bisa menjadi modal untuk menaklukan tantangan yang ada di Jateng," ucapnya.

Adapun, BI Jateng kemarin meresmikan Masjid Baitul Ihsan, sebagai bentuk komitmen mewujudkan Bank Indonesia Religi. Kepala BI Jateng, Suko Wardoyo menjelaskan, masjid itu awalnya merupakan musala dengan nama Baitul Iman yang berdiri sejak 1994.

Seiring dengan kegiatan kajian dalam rangka memakmurkan musala, diusulkan perubahan nama menjadi Masjid Baitul Ihsan.

"Program Bank Indonesia Religi adalah budaya kerja yang mengajak pegawai mewakafkan waktu dan kemampuan ibadahnya untuk lembaga. Tujuannya agar menginspirasi dan menebarkan transformasi energi," paparnya.

Kegiatan Bank Indonesia Religi yang digelar Ikatan Pegawai Bank Indonesia Provinsi Jateng dalam program kerja Rohani Islam antara lain Tomboati, yaitu pengajian rutin dua minggu sekali setiap hari kamis.

Ada juga kegiatan salat berjamaah, baik salat zuhur dan Asar. Selanjutnya Cinta Quran, yaitu belajar mengaji, tajwid setiap hari Senin, serta sejumlah kegiatan lain. (val/dta)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved