DPD Relawan Kurma Surakarta Sediakan Makanan Favorit Jokowi Untuk Nobar Debat Cawapres

DPD Relawan Kurma Surakarta menyelenggarakan Nonton Bareng Debat Cawapres serta Diskusi Politik dan Budaya.

DPD Relawan Kurma Surakarta Sediakan Makanan Favorit Jokowi Untuk Nobar Debat Cawapres
Istimewa
Relawan Kurma Surakarta nobar debat Cawapres di Posko Koalisi Indonesia, Jalan Letjen Suprapto, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - DPD Relawan Kurma Surakarta menyelenggarakan Nonton Bareng Debat Cawapres serta Diskusi Politik dan Budaya.

Acara digelar di Posko Koalisi Indonesia, Jalan Letjen Suprapto, Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Minggu (17/3/2019) pukul 18.00 WIB.

Ketua DPD Relawan Kurma Surakarta, Ariyanto menuturkan panitia menyediakan sejulmah makanan selama debat berlangsung.

Meliputi jajanan dalam Angkringan, Kupat Tahu dan beberapa menu makanan kesukaan Presiden Jokowi.

"Makanan kampung itu yang pak presiden doyan. Kata Eyang Noto (ibunda Jokowi), sukanya presiden itu singkong rebus, kacang rebus, ya makanan kampung gitu," ujarnya.

Prabowo Tak Hadiri Langsung Debat Ketiga

Dia juga menuturkan pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber dalam diskusi politik.

"Ada KGPH Puger dari keraton Surakarta, KP Norman Hadinegoro, dan Aris Munandar selaku Sekjen DPP Kurma Jakarta," ujar Ariyanto.

Ari berpendapat debat Cawapres cukup unik unik.

Menurutnya, Kiai Ma'ruf memiliki pengalaman politik lebih matang dibanding Sandiaga Uno.

"Kiai Ma'ruf ini sudah sejak puluhan tahun sebelumnya masuk ranah politik. Sementara Sandiaga Uno, boleh dibilang baru seumur jagung," ungkapnya.

"Sudah bisa dipastikan dalam debat itu akan ada ketimpangan yang jomplang antara pengalaman politik dan yang baru belajar politik," tambahnya.

Terkait diskusi publik, dia berujar materi yang disampaikan lebih mengarah pada menumbuhkan optimisme warga dalam menghadapi kampanye politik dan isu hoax.

"Indonesia optimis dan maju menjadi jargon tandingan dalam pemberdayaan bangsa mencapai kejayaannya. Bukan menakut nakuti rakyat dengan simbol simbol kehancuran bangsa," ujarnya. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved