Kisah Tarmuji, Pemuda Asal Tegal Yang Akan Belajar Bertani Ke Jepang

Magang ini merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)

Kisah Tarmuji, Pemuda Asal Tegal Yang Akan Belajar Bertani Ke Jepang
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Tarmuji (kanan) saat berada di ruang Bupati Tegal, Sabtu (16/3/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemuda bernama Muhamad Tarmuji (22), asal Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal berhasil mengikuti Program Magang dengan Asosiasi Petani Jepang (JAEC) di Jepang selama sebelas bulan ke depan.

Magang ini merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Rencananya, Tarmuji diberangkatkan pada 11 April 2019 mendatang bersama dengan 44 pemuda dari seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kabupaten Tegal, Khofifah mengatakan, Tarmuji adalah sosok petani yang berkualitas, andal, produktif, dan berkemampuan manajerial.

Menurut Khofifah, Tarmuji dianggap berperan dalam organisasi petani sebagai anggota dan pelestarian lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Harapannya Tarmuji bisa menjadi motivasi generasi muda untuk mulai mencintai dunia pertanian,” kata Khofifah saat mendampingi Tarmuji bertemu dengan Bupati Tegal, Umi Azizah, di Ruang Kantor Bupati, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Usai menemui Bupati, Tarmuji menceritakan kepada Tim Humas Pemkab Tegal awal mula mencintai dunia pertanian.

Tarmuji bercerita, kecintaan awal datang dari kedua orangtuanya yang semuanya adalah seorang petani.

Sebelumnya, Tarmuji bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta.

Meskipun jauh dari orangtuanya, Tarmudji selalu mengamati perkembangan pertanian kedua orangtuanya.

“Saya sering mengamati, kenapa hasil pertanian di Kabupaten Tegal khususnya orangtua saya tidak pernah maju."

"Banyak kendala dipupuk, hasil produksi sampai hasil panennya pun dijual dengan harga murah,” terangnya.

Kemudian, lanjut Tarmuji, dirinya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh beberapa balai pertanian.

Setelah mendapatkan pengetahuan yang cukup, dia mulai mengolah pupuk dari kotoran sapi menggunakan cacing Lumbricus Rubellus.

“Selain mengolah pupuk, saya juga beternak sapi. Alhamdulillah dari usaha saya, perekonomian keluarga saya stabil dan saya merasa berguna menjadi seorang anak karena bisa membantu kedua orang tua saya,” tandasnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved