Praja Kabupaten Tegal Terbentuk, Diminta Optimalkan Dana Desa Secara Efektif dan Tepat Sasaran

upati Tegal, Umi Azizah menghadiri pembentukan Pengurus Persatuan Kepala Desa Jawa Tengah (Praja) Kabupaten Tegal, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Praja Kabupaten Tegal Terbentuk, Diminta Optimalkan Dana Desa Secara Efektif dan Tepat Sasaran
Istimewa
Terbentuknya Praja Kabupaten Tegal di Grand Dian Slawi, Sabtu (16/3/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengurus Persatuan Kepala Desa Jawa Tengah (Praja) Kabupaten Tegal dibentuk, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Praja Kabupaten Tegal yang terbentuk diminta mampu menjadi rumah perubahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tegal, Umi Azizah saat membuka acara Pembentukan Pengurus Persatuan Kepala Desa Jawa Tengah (Praja) Kabupaten Tegal, di Grand Dian Slawi, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

“Praja Kabupaten Tegal kedepan tidak hanya bersinergi ke dalam tapi juga harus bisa berkolaborasi, mampu menggandeng mitra yang mampu mengakselerasi kinerja organisasi, salah satunya adalah akademisi. Sehingga mampu membawa perubahan besar pada desa-desa yang dipimpinnya,” ujar Umi kepada Tribunjateng.com.

Kepala OPD Lingkungan Pemkab Tegal Ditegur Bupati Umi Azizah, Ternyata Penyebabnya Ini

Dengan adanya persatuan ini, Umi berharap terciptanya inovasi-inovasi baru dalam evaluasi dari hasil pembelajaran selama periode kepengurusan sebelumnya yang berpengaruh pada etos kerja, norma, semangat kerja anggota kedepannya.

Di era open-government ini, Umi ingin menempatkan desa sebagai sebuah organisasi pemerintahan terdepan yang harus segera dan cepat berubah.

Mulai dari sisi kultur organisasinya, termasuk kedisiplinan aparatur Pemdes di dalamnya.

"Sehingga harus mampu mengukur setiap alokasi anggaran belanja yang efektif dan efisien untuk mencapai kinerja optimal," sambung Umi.

Di samping itu, tambah Umi, organisasi Pemdes juga dituntut untuk mengelola potensi sumber dayanya demi kemandirian organisasi, seperti memberikan pemasukan pada kas desa lewat BUMDes.

“Disinilah sesungguhnya peran praja, bagaimana organisasi Praja mampu memotivasi, menyamakan persepsi diantara anggotanya. Sesuai dengan tuntutan zaman, yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” kata Umi.

Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Tegal untuk dapat mengelola dana desa dengan baik.

“Dana desa harus dikelola sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat. Utamanya untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa dalam penanggulangan kemiskinan,” paparnya.

Sugeng menambahkan, Kepala Desa wajib melaporkan secara berkala apa saja pencapaian dan kemajuan program serta pengeluaran dana desa yang sudah dipakai.

Sehingga masyarakat luas mengetahui dan inilah bentuk transparansi dana desa.

“Agar masyarakat tahu persis penggunaan dana desa. Jadi setiap rupiah dana desa dapat dipertanggungjawabkan secara baik,” imbuhnya. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved