Warga Pati Bisa Lakukan Pendaftaran Antrean Paspor Secara Online

Pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Pati tak perlu lagi bersusah-payah datang ke kantor untuk mengambil nomor antrean.

Warga Pati Bisa Lakukan Pendaftaran Antrean Paspor Secara Online
Istimewa
Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Pati mengadakan talk show tentang aplikasi Apapo di Car Free Day (CFD) Jalan Panglima Sudirman Pati, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Pati tak perlu lagi bersusah-payah datang ke kantor untuk mengambil nomor antrean.

Kini, pemohon bisa mengantre permohonan paspor secara daring melalui aplikasi berplatform Android, yakni Pendaftaran Antrean Paspor Online (Apapo).

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati Earias Wirawan usai mengadakan talk show tentang aplikasi Apapo di Car Free Day (CFD) Jalan Panglima Sudirman Pati.

"Antrean paspor online melalui Apapo ini memudahkan masyarakat mengajukan permohohan paspor. Pemohon bisa mendaftar melalui aplikasi tersebut dan menentukan waktu datangnya ke kantor Imigrasi," jelasnya.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng: Hingga Maret 2019, 37 WNA di Jateng Dideportasi

Dengan sistem antrean daring, lanjut Earias, pemohon tidak perlu datang pagi-pagi ke kantor Imigrasi untuk mengambil nomor antrean dan menunggu lama.

"Sebelum ada aplikasi ini, karena setiap kantor Imigrasi membatasi pemohon pembuatan paspor, jika seseorang datang ketika antrean sudah penuh, maka ia terpaksa pulang dan kembali lagi pada hari lain. Dengan Apapo, kini lebih pemohon dapat mendaftar antrean meski tengah berada di rumah atau di luar daerah sekalipun," ungkapnya.

Earias menambahkan, di aplikasi Apapo, pemohon bisa memilih tanggal dan waktu antrean, baik pagi atau siang. Nantinya, akan muncul pemberitahuan apakah slot antrean masih tersedia atau tidak.

"Apabila slot waktu yang diinginkan sudah didapat, pemohon akan diminta menginput alamat email dan data lainnya. Sesudah itu, pemohon akan menerima pemberitahuan yang berisi verifikasi dan barcode yang harus ditunjukkan ke petugas kantor Imigrasi. Kalau sudah sampai kantor, tinggal menunjukkan barcode nya," pungkasnya. (mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved