Awas! Penggunaan Suara WNA dalam Pemilu 2019

Kemenkumham Jateng mewanti-wanti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tingkat kabupaten-kota mewaspadai penggunaan hak suara WNA Pemilu 2019.

Awas! Penggunaan Suara WNA dalam Pemilu 2019
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS menggelar konferensi pers setelah pengukuhan Timpora Tingkat Kecamatan se-Karesidenan Surakarta di The Sunan Hotel Solo, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng mewanti-wanti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tingkat kabupaten-kota mewaspadai penggunaan hak suara warga negara asing (WNA) dalam Pemilu 2019.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS menegaskan, WNA pemegang izin tinggal tetap dimungkinkan mendapat KTP elektronik, namun tidak mempunyai hak memilih dan dipilih dalam pemilu.

"Ini yang harus sama-sama diawasi. Ini harus diwaspasdai," kata Ramli usai mengukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kecamatan se-Karesidenan Surakarta di The Sunan Hotel Solo, Senin (18/3/2019).

Ramli menyebut jumlah WNA pemegang izin tinggal tetap di Jawa Tengah ada 423 orang.

Dari jumlah tersebut, imbuh Ramli, belum diketahui jumlah WNA yang sudah mendapat KTP elektronik.

"Itu bukan domain kami. Itu ranahnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat," ujarnya.

Ramli menambahkan jumlah Timpora yang sudah dilantik ada 504 unit di Jawa Tengah.

Jumlah itu terdiri dari 32 tingkat kabupaten-kota dan 472 tingkat kecamatan.

"Tentunya ini diharapkan memberikan rasa aman terhadap masyarakat dan WNA yang berkunjung. Kami tidak ingin kedatangan WNA berdampak negatif," tutur Ramli. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved