Bank Indonesia Dukung Pengembangan Wisata di Dieng

Komplek pengolahan sampah diresmikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, Sabtu (16/3), di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Bank Indonesia Dukung Pengembangan Wisata di Dieng
facebook
Ilustrasi Dieng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Bank Indonesia mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia, termasuk Dieng, Jawa Tengah. Salah satunya melalui penyediaan Komplek Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Sembungan, Jawa Tengah. Komplek pengolahan sampah diresmikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, Sabtu (16/3), di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Sugeng mengatakan, kebersihan merupakan syarat utama memajukan pariwisata suatu daerah. Untuk itu, kerja sama dan partisipasi masyarakat merupakan syarat utama. Dengan saling mengingatkan, kebersihan dapat dijaga, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi turis.

"Bagi saya Dieng memiliki potensi yang cukup besar, seperti dari sisi komoditas misalnya kopi merupakan salah satu yang dapat dikembangkan. Tak hanya mendukung pariwisata melalui pojok-pojok kopi yang menarik, tanaman kopi juga berpotensi mengurangi bahaya longsor di Dieng," ujar Sugeng, pada Tribun Jateng, Sabtu (16/3).

Sugeng menyebut, pengembangan pariwisata menjadi perhatian khusus Bank Indonesia, mengingat potensi masuknya devisa dari wisatawan asing yang datang ke obyek wisata.

Untuk itu, BI akan senantiasa bekerja bersama Pemerintah, masyarakat, dan lembaga lainnya di daerah, untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi lokal.

"Untuk semakin meningkatkan pariwisata di Dieng, kami akan terus melaksanakan program di area wisata lokal. Antara lain peralatan mesin industri rumah tangga, green house, dan fasilitas homestay. Hal tersebut diharapkan dapat memancing lebih banyak wisatawan mancanegara ke Dieng," ungkapnya.

Selain itu, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Indonesia, yang mampu membuat perubahan di Dieng. Dengan adanya komplek pengolahan sampah, lingkungan setempat yang sebelumnya penuh sampah kini telah tampak bersih.

"Harapannya semoga warga bisa memanfaatkan semaksimal mungkin kompleks pengolahan sampah ini, sehingga bisa membantu perekonomian dan menciptakan kawasan yang lebih asri dan terbebas dari sampah," tutur Agus.

Masih pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo menuturkan, mendukung dalam mengatasi permasalahan sampah, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) telah membangun Kompleks Pengolahan Sampah Terpadu yang selesai dibangun pada Februari 2018.

Kompleks Pengolahan Sampah Terpadu ini dibangun diatas lahan milik warga Sembungan seluas 900 m2.
"Kompleks Pengolahan Sampah ini dilengkapi dengan bangunan untuk mengelola sampah organik dan non organik, ruang pertemuan, ruang display hasil kerajinan daur ulang, saung, ruang pengamanan, digester berkapasitas 100 m3 yang terintegrasi dengan toilet umum, serta pengolahan air limbah dari seluruh bangunan pengolahan sampah," jelas Soekowardojo.

Adapun Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar di bidang pariwisata, terdapat 4 daerah prioritas yang ditetapkan Pemerintah sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Di antaranya yaitu Kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo, Museum Purbakala Sangiran di Kabupaten Sragen, dan Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved