Bupati Sragen Ingatkan Semua Kepala Desa, Dana Desa Tahun Ini Geser ke Pemberdayaan Ekonomi

Kepala Desa se-Kabupaten Sragen ikuti sosialisasi dana transfer kepada Pemerintah Desa 2019 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (1

Bupati Sragen Ingatkan Semua Kepala Desa, Dana Desa Tahun Ini Geser ke Pemberdayaan Ekonomi
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memimpin sosialisasi dana transfer kepada pemerintah daerah 2019 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kepala Desa se-Kabupaten Sragen ikuti sosialisasi dana transfer kepada Pemerintah Desa 2019 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (18/3/2019).

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Joko Suratno, Kepala Desa se-Kabupaten Sragen, dan dinas terkait.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam arahannya menyampaikan dana transfer kepada Pemerintah Desa terdiri dari tiga dana, di antaranya Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

"Tahun kemarin kita lebih konsentrasi fokus ke infrastruktur, saluran irigasi, jalan desa, jembatan desa atau embung, tetapi mulai tahun ini, kita geser kepada pemberdayaan ekonomi dengan menemukan inovasi baru atau mengembangkan potensi unggulan desa yang bisa dikembangkan," jelas Yuni.

Dia juga menyampaikan prinsip penggunaan dana transfer adalah untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, dan dalam proses perencanaannya telah diberikan kewenangan kepada mekanisme perencanaan di desa melalui musyawarah desa dan skala prioritas kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Yuni meminta kepala desa untuk mengoptimalkan peran kasi dan kaur sebagai Pelaksana Kegiatan (PK) bersama Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

"Ini adalah ketentuan mutlak yang telah diamanahkan oleh peraturan perundangan, oleh karena itu jika saat sekarang masih ada desa yang tidak dengan sungguh-sungguh memanfaatkan PK & TPK ialah sebuah kesalahan yang besar," jelasnya.

Yuni menyampaikan setiap kegiatan untuk dilaksanakan secara transparan, dengan cara memasang baliho APBDesa, papan nama, papan informasi, prasasti dan musyawarah bersama masyarakat dalam rangka pelaksanaan maupun pertanggungjawaban kegiatan.

"Dengan kebijakan pemerintah melalui dana transfer langsung kepada desa diharapkan dana itu akan berputar menggerakkan ekonomi di desa, usahakan semaksimal mungkin dana tersebut tidak mengalir ke kota," pesan Yuni.

Yuni menyampaikan kepada Kepala Desa untuk menggunakan dana transfer ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

"Laksanakan penatausahaan keuangan desa dengan aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes) dengan sebaik-baiknya, kita sebagai penyelenggara akan menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, transparan dan akuntabel," lanjut Yuni.

Dia berharap dua hingga tiga tahun kedepan semua desa minimal memiliki satu produk unggulan, one village one product, selanjutnya pengembangan produk unggulan desa (prudes) dan produk unggulan kawasan pedesaaan (prukades) untuk bisa mendatangkan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved