Tanah Bergerak di Ajibarang Banyumas Semakin Mengkhawatirkan, 7 Rumah Terancam Terkena Longsor

Akibat adanya pergerakan tanah tersebut jalan penghubung Desa Karangbawang dan Desa Gumelar mengalami retakan

Tanah Bergerak di Ajibarang Banyumas Semakin Mengkhawatirkan, 7 Rumah Terancam Terkena Longsor
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Tanah Bergerak di Gerumbul Kalisalak RT 3 RW 5, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Bencana alam tanah longsor mengancam warga Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pergerakan tanah kembali terjadi di Gerumbul Kalisalak RT 3 RW 5, pada Minggu (17/3/2019).

Seperti yang dialami Sukardi (68) warga Desa Karangbawang, Ajibarang yang akhirnya milih untuk direlokasi.

"Hari ini saya memutuskan untuk direlokasi saja. Rumah saya bagian lantainya sudah retak-retak, tembok dapur bahkan hampir roboh," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (18/3/2019).

Akibat adanya pergerakan tanah tersebut jalan penghubung Desa Karangbawang dan Desa Gumelar mengalami retakan.

Panjang retakan sekira 30 meter dan bisa terus bertambah panjang jika terkena hujan. Seluruh badan jalan beraspal sudah terkena dampak. Ada 7 rumah yang berada di sisi jalan yang terancam terkena longsoran tanah. 

"Kondisinya memang sudah sangat mengkhawatirkan, kalau hujan kami tidak berani berada di dalam rumah. Akhirnya kami putuskan mengungsi," tambah Sukardi.

Sementara itu warga lain, yaitu Ruminah (68) mengatakan pondasi cakar ayam di rumahnya sudah menggantung.

"Untuk sementara ini saya dan keluarga memutuskan untuk mengungsi di rumah saudara", ujarnya.

Seluruh warga yang berada di sekitar tanah bergerak khususnya yang sangat berpotensi terkana longsor sudah memilih meninggalkan rumah. Diantaranya adalah rumah milik Rohidin, Tukiyah, Ruminah, Kasiman, Warkiman, Sari, Sainem.

Intensitas hujan yang terjadi secara terus menerus di Desa Karangbawang selama  mengakibatkan tanah bergerak. Tanah bergerak dan mengakibatkan amblas mencapai 70 cm sampai 1 meter. Bahkan tiang listrik yang berada di sekitaran rumah warga sudah miring dan kabel-kabelnya sudah ikut tertarik.

Tim BPBD Kabupaten Banyumas terus memonitoring kondisi tanah di Desa Karangbawang. Salah satunya adalah melakukan pengecekan dampak lanjutan tanah bergerak. Selain itu berkoordinasi dengan unsur yang terlibat seperti Koramil, Polsek, PLN, perangkat desa dan warga sekitar.

"Saat ini kami memasang rambu-rambu peringatan agar berhati-hati melintas di jalur Karangbawang menuju Gumelar. Khususnya bagi kendaraan roda 4 sudah dilarang melintas karena rawan," ungkap Kusworo selaku Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banyumas.

"Saya menghimbau kepada warga sekitar Grumbul Kalisalak supaya segera meninggalkan rumah ketika hujan. Sebab ketika hujan akan sangat berpotensi longsor," tambahnya. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved