Wajib Lakukan Lompatan Baru Guna Capai Target PAD 2019, Desakan Bupati Tegal Kepada Pimpinan OPD

Untuk bisa mencapai target PAD 2019, masing-masing OPD harus membuat lompatan inovasi dan terobosan baru.

Wajib Lakukan Lompatan Baru Guna Capai Target PAD 2019, Desakan Bupati Tegal Kepada Pimpinan OPD
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan beberapa point penting dalam Kabar Bupatiku bertajuk Target dan Strategi Pencapaian Pendapatan Daerah Tahun 2019, di Kantor BP2D Kabupaten Tegal, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengimbau masyarakat Kabupaten Tegal untuk membayar pajak tepat waktu.

Sebab, menurut Umi, peran pendapatan daerah dalam pembangunan tidak dapat dipisahkan.

Disamping itu, tambah Umi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi tolak ukur kemandirian sebuah daerah.

“Untuk bisa mencapai target PAD 2019, masing-masing OPD harus membuat lompatan inovasi dan terobosan baru,” papar Umi, saat acara Kabar Bupatiku bertajuk Target dan Strategi Pencapaian Pendapatan Daerah Tahun 2019, di Kantor BP2D Kabupaten Tegal, Senin (18/3/2019).

Umi mencontohkan, upaya digitalisasi misalnya, masyarakat bakal dimudahkan dalam membayar pajak.

Karenanya dia meminta agar setiap pimpinan OPD mempunyai terobosan baru, lompatan baru yang dapat menaikkan PAD.

“Perlunya digitalisasi di semua layanan publik, apakah itu data base-nya maupun potensi-potensi pendapatan atau objek pajaknya. Dengan adanya komitmen bersama terkait percepatan digitalisasi di semua objek pajak, Insya Allah akan ada kenaikan PAD yang signifikan” papar Umi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal, M Soleh menyampaikan, target PAD Tahun 2019 mencapai Rp 2.793.763.483.000.

Adapun sumber-sumber PAD dari pajak dan retribusi daerah.

Hasil pajak daerah meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, rokok, hingga kendaraan bermotor.

Sedangkan retribusi daerah antara lain, retribusi jasa, pelayanan kesehatan, pemakaian kekayaan daerah, terminal, hingga persampahan.

“Hasil retribusi daerah tersebar di masing-masing OPD. Untuk kesehatan bisa di Dinas Kesehatan maupun RSUD Soeselo dan RSUD Suradadi. Untuk retribusi parkir bisa Dinas Perdagangan maupun Dinas Perhubungan. Begitupun retribusi persampahan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved