Dapat Penolakan Masyarakat di Tuban, Diskusi Rocky Gerung Dibatalkan

Agenda kehadiran Rocky Gerung di Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu'ul Ulum Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, batal.

Dapat Penolakan Masyarakat di Tuban, Diskusi Rocky Gerung Dibatalkan
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Rocky Gerung memberikan kuliah umum di Unissula, Semarang, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Agenda kehadiran Rocky Gerung di Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu'ul Ulum Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Selasa (19/3/2019) ini, mulai pukul 08.00 sampai selesai dipastikan batal.

Agenda kedatangan Rocky Gerung yang dikenal kerap mengkritik pedas pemerintah itu ditentang sembilan Ormas di Tuban. Ini menjadi perhatian dari pihak penyelenggara kegiatan maupun pondok pesantren dengan mempertimbangkan segala sesuatunya.

Buntutnya, dua pucuk surat baik dari panitia penyelenggara dalam hal ini LSM Nusantara Coruption Watch (NCW) maupun pihak Ponpes Yanbu'ul Ulum menyatakan kegiatan Rocky Gerung di Tuban batal.

"Dengan ini kegiatan dibatalkan karena pertimbangan Kamtibmas dan adanya resistensi dari Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) serta mediasi dengan pihak kepolisian," tulis alasan pembatalan dari LSM NCW cap ditandatangani Ketua, Hadi Rusli.

Sementara itu, surat dari pihak Ponpes Yanbu'ul Ulum yang ditandatangani An Ketua Yayasan Ponpes, Moch Luthfi Hakim itu menyebut alasan pembatalan diskusi yang akan dihadiri Rocky Gerung karena tidak diberikan izin dari pihak kepolisian.

"Dengan ini dibatalkan karena tidak diberikan izin dari pihak Kepolisian," Tulis alasan pembatalan dari surat Yayasan Ponpes tersebut.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menyatakan, izin kegiatan tersebut tidak keluar dengan mempertimbangkan beberapa aspek.

Di antaranya aspek penolakan sembilan Ormas yang dikhawatirkan terjadi resistensi tinggi, selain itu juga izin acara yang mendadak. 

"Izin mengundang pembicara nasional tersebut harus dari Polda. Sedangkan izinnya diajukan mendadak, terlebih penolakannya juga keras, jadi izin tidak keluar," kata Nanang. 

Perwira menengah asal Bojonegoro itu lebih lanjut menjelaskan, Polri harus selalu menjaga situasi keamanan yang kondusif menjelang Pileg dan Pilpres April mendatang. 

Penolakan yang keras dari ormas ini juga menjadi pertimbangan keluar izinnya acara atau tidak. 

"Kita ingin Tuban Bumi Wali selalu aman, damai dan sejuk, mari kita jaga Tuban bersama-sama. Acara batal karena tidak keluar izin, pihak terkait juga sudah membuat pernyataan acara batal," pungkas Kapolres.

Sekadar diketahui sembilan Ormas yang menolak acara Rocky Gerung, dengan diskusi bertemakan membangun bangsa dari sudut pandang generasi muda yang berakal sehat yaitu KNPI, Karang Taruna, Ansor, Sapma, PMII, Sarbumusi (organisasi buruh), keluarga besar putra putri polri (KPPP), perwakilan masyarakat, dan perwakilan pendidikan.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Diskusi Bersama Rocky Gerung di Tuban Dibatalkan, Ini Alasan Panitia, Ponpes dan Polisi

Editor: m nur huda
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved