Pemilu 2019

Ganggu Pelaksanaan Pemilu 2019 di Salatiga, Dua Orang Dilumpuhkan Petugas Polres Salatiga

Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Salatiga diwarnai kericuhan tepatnya menjelang proses penghitungan surat suara di TPS Kelurahan Kalibening, Kecamatan

Ganggu Pelaksanaan Pemilu 2019 di Salatiga, Dua Orang Dilumpuhkan Petugas Polres Salatiga
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Petugas Polres Salatiga beradegan dalam simulasi pengamanan pemilu yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Salatiga diwarnai kericuhan tepatnya menjelang proses penghitungan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Salatiga, Selasa (19/3/2019).

Suasana semakin mencekam ketika seorang pendukung calon tertentu kemudian membawa senjata tajam dan menyerang petugas linmas yang sedang berjaga.

Akibat kejadian itu dua orang terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan dari petugas anti huru-hara unit Sabhara Polres Salatiga dan kemudian dilarikan ke RSUD Salatiga.

Kejadian itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan dalam rangka menghadapi Pemilu 17 April 2019 di Kota Salatiga yang dilangsungkan hari ini di Lapangan Pancasila.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan simulasi yang ada dimaksudkan agar petugas manakala saat pemilu berlangsung nanti dapat terlaksana dengan aman dan sukses.

"Dari simulasi tadi dimaksudkan supaya petugas manakala melihat potensi pelanggaran mampu menyikapinya. Serta menunjukkan Polri dan TNI serta personil linmas benar-benar bersinergi," terangnya, pada Tribunjateng.com seusai simulasi pengamanan pemilu 2019 di Lapangan Pancasila Salatiga, Selasa (19/3/2019).

Menurut AKBP Gatot, pada simulasi yang baru saja berlangsung diikuti sekira 750 personil polisi dibantu Satpol PP dan TNI turut serta pada kegiatan tersebut.

Dikatakan Kapolres, tujuan lain dari simulasi supaya masyarakat mengetahui terkait kesiapan TNI dan Polri serta personil linmas telah siap mengamankan pelaksanaan pemilu 17 April mendatang.

"Beberapa hal yang menjadi bagian objek vital untuk diamankan dalam simulasi diantaranya objek vital kantor wali kota, DPRD, SPBU, dan pusat perbelanjaan," katanya.

Ia menambahkan rangkaian simulasi pun didesain seolah benar-benar terjadi kerusuhan mulai dari pengamanan seluruh tahapan pemilu hingga pemungutan suara dan perhitungan.

Setelah situasi kondisi dapat dikendalikan lanjut dia, tidak lama kemudian ada peragaan unjuk rasa di kantor KPU Salatiga yang melakukan protes adanya dugaan salah hitung suara pada TPS.

"Kemudian petugas mengambil tindakan tembakan yang mengarah ke pengunjuk rasa dan melumpuhkan. Satu orang diantaranya terkena tembakan," ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan simulasi tersebut dimaksudkan supaya manakala kejadian benar terjadi petugas siap melakukan pengamanan hingga memastikan wilayah Kota Salatiga kembali aman. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved