Polisi Terima Hasil Otopsi Kematian Bocah Perempuan di Brebes, Karena Sakit Bukan Penganiayaan

Hasil otopsi tim dokter forensik Polda Jawa Tengah terkait penyebab kematian SA (13), warga Desa Pesantunan Kabupaten Brebes, telah diterima.

Polisi Terima Hasil Otopsi Kematian Bocah Perempuan di Brebes, Karena Sakit Bukan Penganiayaan
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Hasil otopsi tim dokter forensik Polda Jawa Tengah terkait penyebab kematian SA (13), warga Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, telah diterima penyidik Reskrim Polres Brebes.

Dari hasil otopsi tersebut, kematian bocah perempuan itu diketahui karena penyakit paru-paru yang sudah lama dideritanya.

KBO Reskrim Polres Brebes Iptu Triyatno mengatakan, otopsi pada tubuh korban yang diduga dianiaya Insan Nurullah, ayah kandungnya itu telah dilakukan tim forensik di RSUD Brebes.

Selain itu, tim forensik juga menemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban.

"Hasil keterangan tim dokter forensik terkait otopsi penyebab meninggalnya korban SA, karena penyakit yang dialaminya sudah cukup lama. Untuk luka fisiknya, ada luka lebam di beberapa bagian tubuh korban," kata Iptu Triyatno, Selasa (19/3/2019).

Beberapa luka lebam, katanya, seperti pada bagian tungkai siku kanan dan kiri serta lecet di bagian kepala.

Meski begitu luka-luka itu, bukanlah penyebab kematian korban.

Penyidik sendiri masih melakukan penyelidikan adanya luka-luka tersebut.

Pasalnya, ada bukti rekaman pengakuan korban sebelum meninggal dunia yang menyatakan jika telah dianiaya ayah kandungnya.

"Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut terkait itu," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved