April 2019 Semarang Miliki Galeri Industri Kreatif, Lebih Lengkap Dibandingkan Galeri UMKM

Pemkot Semarang akan membuka Galeri Industri Kreatif di Kota Lama, dimana ini juga akan lebih melebar atau luas.

April 2019 Semarang Miliki Galeri Industri Kreatif, Lebih Lengkap Dibandingkan Galeri UMKM
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat produk yang tersedia di Semarang Business and Enterpreneur Expo 2019, di Atrium Java Supermal Semarang, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang akan membuka Galeri Industri Kreatif di Kota Lama, dimana ini juga akan lebih melebar atau luas.

Kalau produk Galeri UMKM lebih ke handicraft, tetapi nantinya di Galeri Industri Kreatif ada furniture, fashion, industri logam, hingga kuliner.

Harapannya, menurut Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, akan semakin banyak pelaku UKM atau IKM mendapat fasilitas dari pemerintah.

Sehingga dari kreasi mereka otomatis memajukan perekonomian di Kota Semarang.

Contohnya seperti usaha furniture, membuat produk berbahan dasar kayu, otomatis ada yang bekerja di bagian pengamplasan, desain, cat, hingga packaging.

Sehingga terjadi multiplayer yang tidak hanya menguntungkan satu pihak.

"Rencana Galeri Industri Kreatif ini akan dibuka pada April 2019 ini. Karena proses pembangunannya sudah selesai termasuk barang-barang yang ada di dalamnya juga," tutur Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/3/2019).

Ita mengungkapkan, di Galeri Industri Kreatif setidaknya ada 40 tenda atau gerobak barang klitikan yang sudah disiapkan, 28 kuliner, sisanya kolaborasi fashion, furniture, logam, handicraft dari seluruh Jateng diakomodir.

Adapun perkembangan UMKM di Kota Semarang semakin bertambah bagus dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Produk-produk dari pelaku UMKM luar biasa karena mereka terpacu dengan adanya Galeri UKM.

"Kami tidak sembarangan untuk memasukan produk yang tidak sesuai kriteria. Bukan maksud pilih kasih atau suka dan tidak suka, tetapi karena produk tersebut yang terseleksi memang bagus," ungkapnya.

Sedangkan terkait untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, menurut Ita, strateginya adalah tidak hanya display tapi juga e-commerce.

Seperti beberapa waktu lalu diluncurkan e-Smart, jadi para pelaku UKM dan IKM dilatih bagaimana menjual atau bertransaksi menggunakan e-commerce.

"Kalaupun sudah menggunakan e-commerce, tapi kargonya lama, maka diciptakanlah e-Smart yang merupakan cara untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut," tandasnya. (Desta Leila Kartika)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved