Peneliti Temukan Dinosaurus Kecil Setinggi 57 cm di Australia

Namun di Victoria Australia, ditemukan dinosaurus kecil pemakan tumbuhan dengan tinggi sekitar 50 cm. Jenis dinosaurus ini hidup 125 juta tahun silam

Peneliti Temukan Dinosaurus Kecil Setinggi 57 cm di Australia
http://cdn.sci-news.com
Galleonosaurus Dorisae, Dinosaurus mungil setinggi 57 cm pemakan tumbuhan 

TRIBUNJATENG.COM- Dinosaurus biasanya diidentikkan sebagai hewan besar yang memiliki tinggi di atas 10 meter, bahkan yang terbesar mencapai 40 meter.

Namun di Victoria Australia, ditemukan dinosaurus kecil dengan tinggi sekitar 50 cm.

Dinosaurus ini diperkirakan menjelajah cekungan lembah kuno antara Australia dan Antartiksa selama periode Cretaceous, yakni sekitar 125 juta tahun silam.

Dikutip dari livescience.com (11/3/2019), dinosaurus itu lantas dinamai Galleonosaurus Dorisae.

Menurut hasil analisis, dinosaurus tersebut termasuk ornithopod atau kelompok pemakan tumbuhan yang memiliki kaki seperti burung dan berjalan dengan kaki belakangnya.

Fosil dinosaurus pemakan tumbuhan itu terkubur dalam sedimen vulkanik yang kemungkinan terbawa oleh sungai yang mengalir ketika adanya letusan gunung berapi timur yang aktif dalam periode Kapur.

Tim peneliti berhasil menemukan lima rahang atas dinosaurus kecil itu.

"Dinosaurus kecil ini akan menjadi pelari lincah dengan kaki belakang mereka yang kuat," ungkap pemimpin penelitian itu, Matthew Herne.

Gambar Galleonosaurus Dorisae:

Galleonosaurus Dorisae, Dinosaurus mungil setinggi 57 cm pemakan tumbuhan
Galleonosaurus Dorisae, Dinosaurus mungil setinggi 57 cm pemakan tumbuhan (http://cdn.sci-news.com)

Para peneliti juga terus mempelajari pertukaran dinosaurus antar benua.

"Kami terus membangun gambar pertukaran dinosaurus darat antara pergeseran benua Gondwana di Australia, Amerika Selatan, dan Antartika selama periode Cretaceous," kata Herne.

Dikutip dari kompas.com, Gondwana adalah superbenua atau benua raksasa yang sedang bergeser.

Kala itu, Australia dan Antartika menyebar terpisah dan membentuk celah lembah kuno yang akhirnya diisi dengan air untuk membentuk Samudra Selatan.

"Temuan baru ini menunjukkan,hubungan darat antara Australia dan Amerika Selatan, melalui Antartika.

Pasti tersedia untuk kelompok dinosaurus pada masa Cretaceous yang menghasilkan hubungan genetik yang lebih dekat antara dinosaurus di benua ini daripada antara dinosaurus ini dan itu di tempat lain," jelas Herne. (tribunjateng.com/jen)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved