Waspada Jalan Berlubang Sepanjang Jalur Pantura Kota Pekalongan, Bisa Bikin Vleg Motor Penyok

Pengendara keluhkan kondisi jalan raya Pantura Kota Pekalongan yang mulai rusak.

Waspada Jalan Berlubang Sepanjang Jalur Pantura Kota Pekalongan, Bisa Bikin Vleg Motor Penyok
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Contoh kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan bergelombang di Jalan Raya Pantura Kota Pekalongan, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pengendara keluhkan kondisi jalan raya Pantura Kota Pekalongan yang mulai rusak.

Kerusakan jalan tersebut hampir merata hingga Pantura Kabupaten Pekalongan.

Lubang-lubang menganga dan aspal yang tidak merata menghiasi jalan nasional tersebut.

Ahmad Rofiq (35) seorang pengendara sepeda motor yang ditemui Tribunjateng.com, Rabu (20/3/2019) menuturkan, lubang tersebut membuatnya berhati-hati kala melintas jalan Pantura.

"Pastilah tidak berani melaju kencang, apalagi kalau jam padat. Banyak kendaraan dan truk yang lalu-lalang," jelasnya, Rabu (20/3/2019).

Pria asal Kesesi Kabupaten Pekalongan tersebut menuturkan, beberapa kali roda kendaraannya menghantam lubang jalan.

"Velg motor saya sampai penyok karena menghantam lubang jalan, untung saja tidak jatuh," paparnya.

Ia berujar buruknya kondisi jalan sudah dirasa dari pertengahan 2018.

"Karena setiap hari saya melintas di Jalan Raya Pantura untuk bekerja, dari pertengahan tahun lalu memang sudah banyak lubang, walaupun beberapa sudah ditambal, namun muncul lubang baru dan aspal yang tidak merata," ujarnya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Ari Prayitno menjelaskan, kerusakan jalan terjadi di beberapa titik.

"Jalan di wilayah hukum Polres Pekalongan terutama Jalan Raya Pantura memang terjadi kerusakan," ujar AKP Ari.

Ia menjelaskan, selain aspal bergelombang terdapat lubang dengan kedalaman 5 sampai 25 sentimeter.

"Ada 16 lubang yang lumayan dalam dan titik kerusakan dengan lubang terdalam ada di arah Sipait dengan kedalaman 25 sentimeter," imbuhnya.

AKP Ari mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua agar lebih waspada saat melintas di Jalan Raya Pantura.

"Terutama saat hujan karena lubang tertutup air, jadi tidak terlihat oleh pengendara," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved