Banyumas Peringkat 3 Kasus Pengguna Narkoba Tertinggi di Jateng

Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas diresmikan, Kamis (21/3/2019)

Banyumas Peringkat 3 Kasus Pengguna Narkoba Tertinggi di Jateng
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Bupati Banyumas Achmad Husein bersama dengan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brig Jend (Pol) Muhammad Nur, membuka tirai papan peresmian BNNK 'Adiksia Medika' Banyumas, pada Kamis (21/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas diresmikan, Kamis (21/3/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Banyumas Achmad Husein, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brig Jend (Pol) Muhammad Nur serta para kepala BNNK seluruh Jawa Tengah.

Diresmikannya Klinik BNNK Banyumas adalah bagian dari upaya membantu para pecandu narkoba mendapatkan fasilitas kesehatan. Dengan adanya klinik tersebut menjadi jawaban bagi masyarakat yang merasa malu untuk berobat di klinik umum.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Banyumas mengingatkan bahwa, Kabupaten Banyumas menempati ranking 3 pengguna narkoba terbanyak se-Jawa Tengah.

"Saya berharap ada solusi, cara dan terobosan dari BNN Banyumas, supaya angkanya bisa diturunkan. Kita coba galakan anti merokok dulu ke sekolah-sekolah. Karena perilaku remaja merokok tahap awal yang sangat mempengaruhi mereka ke Narkotika," ujar Achmad Husein kepada Tribujateng.com, Kamis (21/3/2019).

Bupati juga menekankan pentingnya sosialisasikan dan di promosi Klinik BNNK Banyumas. Supaya masyarakat lebih tahu dan klinik tersebut mampu dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brig Jend (Pol) Muhammad Nur mengatakan bahwa kini pengguna narkoba berasal dari berbagai kalangan. Tidak memandang umur, bahkan banyak ditemukan di kalangan remaja.

Banyumas mesti berbenah menangani secara serius pengguna narkoba. Sebab Kabupaten Banyumas menempati posisi ke 3 pengguna terbanyak di Jateng. Bahkan hal itu dibarengi juga dengan pengidap HIV yang juga peringkat 3 se-Jawa Tengah.

Klinik Pratama BNNK Banyumas adalah sebagai fasilitas bagi penghidap narkoba. Para pecandu nantinya supaya jangan malu datang dan berobat ke klinik tersebut. Klinik tersebut telah di fasilitasi para dokter dan perawat yang khusus menangani para pecandu narkoba.

Mendesaknya pendirian klinik BNNK Banyumas karena kondisi para pecandu akan obat-obatan terlarang sudah sedemikian massivenya bahkan di kalangan remaja. BNNK Banyumas juga sangat diperlukan guna deteksi dini penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Banyumas.

"Dengan hadirnya Klinik Pratama BNN Kabupaten Banyumas setidaknya dapat menjadi bagian dari solusi untuk menangani penyalah guna dan atau pecandu narkotika, dan atau psikotropika yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas" ujar Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brig Jend (Pol) Muhammad Nur.

Klinik Pratama BNNK Banyumas melayani rehabilitasi rawat jalan penyalahgunaan narkoba. Para pasien rehabilitasi juga tidak perlu menanggung biaya apapun alias gratis. Selain rehabilitasi Klinik BNNK Banyumas juga melayani pembuatan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika (SKHPN).

Program pendirian Klinik Pratama BNNK Banyumas adalah bagian dari mengimplementasikan Inpres nomor 06 tahun 2018. Berisi tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap dan Prekursor Narkotika (P4GN). (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved