Ketua MUI Jateng Imbau Masyarakat Tak Terpancing Emosi Terkait Perusakan Kitab di Banyumas

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Daroji buka suara terkait kasus perusakan kitab-kitab yang dibuang di sumur di Banyumas

Ketua MUI Jateng Imbau Masyarakat Tak Terpancing Emosi Terkait Perusakan Kitab di Banyumas
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati 
Sumur yang menjadi lokasi pembuangan kitab-kitab klasik dan Alquran, di TPQ Darussalam, Desa Bumiayu, Kecamatan Tambak, Banyumas, pada Kamis (21/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terkait viralnya kasus perusakan kitab-kitab yang dibuang di sumur masjid di Banyumas oleh orang misterius, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Daroji belum bisa memastikan kebenarannya.

Menurutnya, pihaknya masih melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan guna mendapatkan kebenaran fakta yang ada.

"Kita tunggu saja informasi yang benar. Biarlah pihak berwajib yang menindak lanjuti kabar tersebut siapa tahu jika memang itu ada pelakunya terganggu kejiwaannya," terang Daroji kepada Tribunjateng.com, Kamis (21/3/2019).

Orang Misterius Buang Alquran ke Dalam Sumur dan Tebang Pohon Santri Ponpes Jami Miftahul Fallah

Lebih lanjut, Daroji mengimbau kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa Tengah pada khususnya untuk tidak terpancing dan terlau cepat bereaksi.

Masyarakat juga dihimbau untuk selalu cek dan ricek sebuah informasi, tidak main hakim sendiri, tidak emosi, apalagi sampai terjerumus ikut serta menyebarkan berita hoaxs.

"Percayakan dulu kepada aparat Indonesia, biar dicari kebenarannya, keakuratannya. Indoneaia punya hukum yang tegas, jadi ketika benar terbukti adanya, ketahuan pelakunya, pasti ada sanksi pidana yang tegas. Namun kita juga perlu tahu terlebih dahulu motifnya, baru nanti ada tindak lebih lanjut," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi pembuangan sejumlah kitab-kitab klasik dan Alquran di TPQ Darussalam, Desa Buniayu Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas, Kamis (20/3/2019).

Padahal kitab-kitab tersebut adalah sebagai bahan pembelajaran bagi para santri di Pondok Jami Miftahul Fallah, Desa Buniayu Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved