Konflik Etnis Pernah Terjadi di Kabupaten Pekalongan, Begini Cerita Bupati Saat Kukuhkan FPBI

Pemkab Pekalongan bentuk Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan.

Konflik Etnis Pernah Terjadi di Kabupaten Pekalongan, Begini Cerita Bupati Saat Kukuhkan FPBI
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyalami para pengurus FPBI yang dikukuhkan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan bentuk Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan.

Pembentukan FPBI tersebut sebagai tindak lanjut kunjungan FPBI ke Kota Santri beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dibentuknya FPBI merupakan upaya untuk menjaga persatuan dan keamanan.

"Di Kabupaten Pekalongan belum pernah terjadi konflik tentang suku dan ras, namun terjadinya gesekan di masyarakat perlu diwaspadai," katanya dalam pengukuhan FPBI di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/3/2019).

Bupati Asip menceritakan, pada 1950 pernah terjadi peristiwa yang hampir memecah belah persatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

"Pada saat itu etnis Tionghoa dipersenjatai oleh Belanda, mereka hampir bentrok dengan pemuda di Kedungwuni. Dan hampir terjadi pertumpahan darah," jelasnya.

Namun permasalahan tersebut dipaparkan Asip, bisa diselesaikan dengan perundingan seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap model penyelesaian seperti yang sudah diwariskan oleh para leluhur, bisa diterapkan FPBI Kabupaten Pekalongan ketika mendapati permasalahan di masyarakat," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved