Pengendara Keluhkan Kerusakan Jalan Pantura Pekalongan

Sejumlah pengendara kendaraan mengeluhkan kondisi jalan raya pantura yang mulai rusak.

Pengendara Keluhkan Kerusakan Jalan Pantura Pekalongan
Akhtur Gumilang
Ilustrasi Jalan Berlubang 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN -- Sejumlah pengendara kendaraan mengeluhkan kondisi jalan raya pantura yang mulai rusak. Kerusakan jalan itu hampir merata sepanjangan Kota Pekalongan hingga Kabupaten Pekalongan.

Lubang-lubang menganga dan aspal yang tidak merata terlihat menghiasi jalan nasional itu.
Ahmad Rofiq (35), satu di antara pengendara yang melintas di jalan itu, mengatakan, banyaknya lubang membuatnya harus estra berhati-hati kala melintas di jalan raya pantura.

"Pastilah tidak berani melaju kencang, apalagi kalau jam padat. Banyak kendaraan dan truk yang lalu-lalang," katanya, Rabu (20/3).

Pria asal Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu, menuturkan, beberapa kali roda kendaraannya menghantam lubang jalan. "Velg motor saya sampai penyok karena menghantam lubang jalan, untung saja tidak jatuh," ujarnya.

Menurut dia, buruknya kondisi jalan itu sudah dirasakan sejak pertengahan 2018 lalu. "Karena setiap hari saya melintas di Jalan Raya Pantura untuk bekerja, dari pertengahan tahun lalu sudah banyak lubang. Meski beberapa sudah ditambal, tetapi muncul lubang baru dan aspal yang tidak merata," paparnya.

Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Ari Prayitno menyatakan, kerusakan jalan terjadi di beberapa titik. "Jalan di wilayah hukum Polres Pekalongan terutama Jalan raya pantura memang terjadi kerusakan," jelasnya.

Lubang dalam

Selain aspal bergelombang, dia menambahkan, terdapat lubang dengan kedalaman bervariasi, antara 5-25 sentimeter.

"Ada 16 lubang yang lumayan dalam, dan titik kerusakan dengan lubang terdalam ada di arah Sipait dengan kedalaman 25 sentimeter," imbuhnya.

Ari mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua agar lebih waspada saat melintas di jalan raya pantura. "Terutama saat hujan, karena lubang tertutup air, jadi tidak terlihat oleh pengendara," urainya.

Adapun, selain karena jalan sering digenangi air, muatan berlebih dari kendaraan niaga menjadi faktor penyebab kerusakan di jalur pantura. Hal itu diungkapkan TU Jalan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi Jalan Bina Marga Wilayah 1 Jateng, Yanuar.

Ia pun membenarkan adanya kerusakan di jalan nasional tersebut. “Tonase berlebih sangat berpengaruh terhadap rusaknya Jalan Pantura,” ujarnya.

Yanuar berujar, banyaknya kendaraan berat yang melintas, terutama di Jalan Pantura Pekalongan menambah buruk kondisi jalan.

“Kerusakan yang sudah kami data ada di beberapa titik di Lingkar Pemalang, Petarukan, Pekalongan, dan sebagian di Batang,” jelasnya. (bud)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved