Begini Jadinya Saat Kiper PSIS Semarang Joko Ribowo Tak Cermat Baca Rute Ikuti TC Hari Kedua

Cross country menjadi materi penggawa PSIS Semarang dalam Training Center (TC) hari kedua di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (22/3/2019) siang.

Begini Jadinya Saat Kiper PSIS Semarang Joko Ribowo Tak Cermat Baca Rute Ikuti TC Hari Kedua
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
Semangat kiper PSIS Semarang Joko Ribowo mengikuti sesi latihan fisik hari kedua di Bandungan Kabupaten Semarang, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cross country menjadi materi penggawa PSIS Semarang dalam Training Center (TC) hari kedua di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (22/3/2019) siang.

Dalam program tersebut, Pelatih Fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia meminta Hari Nur Yulianto dkk berlari sepanjang 6,5 kilometer menyusuri perkampungan termasuk trek menanjak maupun menurun di kawasan tersebut.

Cross country ini diawali dari hotel tempat pemain menginap sekitar pukul 14.00, melewati beberapa rute di kawasan tersebut dan kembali lagi ke tempat penginapan. 

Kepada Tribunjateng.com, penjaga gawang PSIS Semarang, Joko Ribowo enjoy menikmati program tersebut.

"Alhamdulillah berjalan lancar. Medan dan Illinois yang sangat bagus untuk meningkat daya tahan," kata Joko Ribowo.

Meski enjoy, Joko Ribowo harus berlari pada jarak tempuh lebih panjang dibandingkan rekan-rekannya.

Bukan karena peroleh hukuman atau lainnya, tetapi dikarenakan sempat salah membaca rute ketika hampir menyelesaikan program tersebut.

"Tadi saya salah rute. Ya terpaksa harus mengulang. Soalnya saya tidak melihat rambu-rambunya. Seharusnya saya belok  kiri, malah belok kanan," kata Jokri, sapaan Joko Ribowo.

Tidak hanya Jokri, pemain lain yang sempat salah rute yaitu penjaga gawang muda jebolan PSIS Semarang U-19, Muhammad Fadli.

"Bisa jadi tadi hampir dua kali putaran. Karena mungkin fokus finish. Tapi tidak apa, yang penting kami di sini bisa menyelesaikan tantangan dari coach Budi. Besok ada latihan lagi, harus persiapkan diri lagi dan istirahat secukupnya," tandas Jokri.

Adapun dalam program siang hari tersebut, winger PSIS Semarang, Komarodin mencatatkan diri yang paling cepat menyelesaikan program tersebut.

"Alhamdulillah (cross country hari ini) bagus. Intinya untuk menambah endurance atau daya tahan pemain. Ini lanjutan untuk melihat progres latihan kemarin. Volume latihannya juga setara latihan pemain seperti di hari pertama," kata Pelatih Fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia.

Masih menyisakan delapan hari di Bandungan, Budi menyebut program 'menjelajah perkampungan' ini masih akan di adakan beberapa kali lagi dengan rute yang lebih panjang.

"Insya Allah masih akan ada dan rutenya akan lebih panjang dari yang sekarang. Tergantung nanti kami melihat kondisi pemain," jelas pelataih asal Garut tersebut. (F Ariel Setiaputra)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved