Harapan Bupati Tegal Jelang Kampanye Terbuka: Meski Berbeda Pilihan, Sikap Paseduluran Tetap Utama

Bupati Tegal Umi Azizah mengajak masyarakat Kabupaten Tegal untuk menjaga kondusivitas jelang kampanye terbuka Pemilu 2019 yang akan dimulai Sabtu.

Harapan Bupati Tegal Jelang Kampanye Terbuka: Meski Berbeda Pilihan, Sikap Paseduluran Tetap Utama
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah bersama Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto dan Danbrigif Letkol Inf Aliyatin Mahmudi berfoto bersama seusai Upacara Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Jelang Pemungutan Suara Pemilu 2019, di Lapangan Aspol Kalibliruk, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengajak masyarakat Kabupaten Tegal untuk menjaga kondusivitas jelang kampanye terbuka Pemilu 2019 yang akan dimulai besok, Sabtu (23/3/2019).

Meskipun berbeda pilihan, Bupati Umi berpesan masyarakat dapat tetap menjunjung tinggi (utamakan) semangat kebersamaan dan sikap paseduluran.

“Hanya masalah perbedaan pilihan, jangan sampai masyarakat terpecah belah,” kata Umi dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Jelang Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019, di Lapangan Aspol Kalibliruk, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (22/3/2019).

Begitupun seperti amanat dari Menkopolhukam RI Wiranto, yang dibacakan Instruktur Upacara, Danbrigif IV Dewa Ratna, Letkol Inf Aliyatin Mahmudi.

Dia kembali menekankan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang dapat menimbulkan keresahan, terlebih kampanye melalui media sosial, yang tentunya memiliki tujuan politis.

Dia juga menyoroti soal politik identitas yang menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi strategi bagi pihak-pihak tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi pemilu.

Dengan adanya penyebaran berita hoaks dan menguatnya politik identitas dalam ajang Pemilu Serentak 2019, bagi Letkol Inf Aliyatin, merupakan bentuk lain teror kepada masyarakat.

Sebab, dapat mempengaruhi kondisi psikologis rakyat Indonesia.

Sehingga kepada para pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas.

“Pemilu serentak tahun ini adalah kehormatan dan kebanggaan Indonesia. Bersama-sama mengamankan penyelenggaraan pemilu. Sebagai keutuhan bangsa dan menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved