Selapanan Malam Ahad Legi dan Peringatan Harlah Ke-96 NU di Ponpes Askhabul Kahfi

Selapanan Malam Ahad Legi dan peringatan Hari Lahir Ke-96 H Nahdhatul Ulama' di Kampus 1 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang.

Selapanan Malam Ahad Legi dan Peringatan Harlah Ke-96 NU di Ponpes Askhabul Kahfi
IST
KH. Masruchan Bisri - Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Semarang 

Melalui momen Selapanan Malam Ahad Legi dan peringatan Hari Lahir Ke-96 H Nahdhatul Ulama', pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri menjelaskan  tentang sejarah dan perjuangan Nahdhatul Ulama'.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Malam Ahad Legi dan peringatan Hari Lahir Ke-96 H Nahdhatul Ulama' dihadiri oleh masyarakat sekitar, ribuan wali santri, saudara wali santri bahkan tetangga wali santri.

Bertempat di Kampus 1 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, yang berada di Kelurahan Polaman Kecamatan Mijen Kota Semarang. 

Latar belakang berdirinya NU

Ada dua peristiwa besar yang dihadapi umat Islam sebelum kemerdekaan (internal dan  eksternal).

Pertama, Imperialisme Belanda yang menjajah Indonesia selama 3,5 Abad, dengan 3 misi besarnya: mengeruk seluruh kekayaan negeri dan membiarkan  bangsa Indonesia melarat dan bodoh, menguasai kedaulatan dan teritorial sebuah bangsa dan menyebarkan misi agama.

Kedua, gerakan yang mengatasnamakan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam yang terjadi di Arab (Mekkah dan Madinah), dengan dalih memurnikan Islam.

Gerakan ini melarang mauludan, barzanji, menggusur petilasan-petilasan sejarah islam, seperti makam beberapa pahlawan Islam dan memberantas kebebasan bermadzhab. Peristiwa itu terjadi bermula pada tahun 1924 M yaitu tragedi penggulingan kekuasaan di Mekkah dan Madinah, terhadap raja yang sedang berkuasa yaitu Syarif Hussein.

Dibawah kekuasaan Ibnu Sa`ud pemahaman agama Islam di Arab dipaksakan secara radikal/keras untuk mengikuti faham Wahabiyyah yang anti madzhab.

Atas peristiwa yang memprihatinkan itu para kyai ponpes yang sebelumnya berjuang sendiri-sendiri (kyai, santri dan jama`ahnya) mulai berfikir untuk membuat sebuah wadah perjuangan.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved