Bonceng Tia, Wali Kota Hendi Datang ke GOR Tri Lomba Juang Semarang, Olahraga Pak?

Acara itu bertajuk Program Kegiatan Bersama Remaja Generasi Berencana (Genre) membangun Semarang Hebat (No Sex Bebas, No Nikah Dini, No Narkoba)

Bonceng Tia, Wali Kota Hendi Datang ke GOR Tri Lomba Juang Semarang, Olahraga Pak?
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) datang ke GOR Tri Lomba Juang berboncengan dengan istrinya, Krisseptiana (Tia Hendi) menggunakan sepeda motor matic, pagi ini, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) menghadiri acara bersama para remaja Kota Semarang di GOR Tri Lomba Juang, Mugassari, Semarang, pagi ini, Sabtu (23/3/2019).

Acara itu bertajuk Program Kegiatan Bersama Remaja Generasi Berencana (Genre) membangun Semarang Hebat (No Sex Bebas, No Nikah Dini, No Narkoba).

Pada waktu tiba di GOR tersebut, Hendi tampak berboncengan dengan istrinya, Krisseptiana (Tia Hendi) menggunakan sepeda motor matic.

Dengan memakai kaus dan celana olahraga, Hendi memberikan paparan terkait pergaulan bebas, pernikahan dini dan narkoba di depan para remaja.

Hendi mengungkapkan bahwa secara statistik, angka pernikahan dini di Kota Semarang merupakan yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

“Saya rasa ini menjadi perhatian bagi para orang tua dan generasi muda bahwa ada hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah, terutama erkait kesiapan mental, ekonomi dan pemahaman arti menikah,” ujarnya.

Menurutnya, jika kemudian jumlah pernikahan dini semakin besar, maka pasangan-pasangan dengan kategori muda tersebut tidak bisa mengembangkan ilmu dan wawasannya dengan maksimal.

“Karena punya tanggungan, contohnya anak. Maka berdampak pula pada kemajuan ekonomi,” timpalnya.

Hendi menyebutkan bahwa masa kini memiliki tantangan tersendiri lantaran kemajuan teknologi dan bebasnya mengakses informasi.

“Remaja masa kini sangat mudah mencari hal-hal yang mereka inginkan baik hal baik maupun buruk, cukup di kamar saja menggunakan internet dan tanpa pengawasan orang tua.”

“Jaman saya dulu mencari informasi, mendapatkan wawasan dan pengetahuan itu pergi ke luar rumah dan pamit, sehingga orang tua tahu kita melakukan apa saja dan di mana,” imbuhnya.

Dirinya mengimbau, khususnya kepada para orang tua di Kota Semarang agar lebih cerdas dan lebih peduli dalam pengawasan terhadap anak.

“Para pengedar narkoba pun tetap ada lantaran para penggunanya masih ada, maka para orang tua harus lebih ketat dalam pengawasan terhadap anak,” pungkasnya. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved