Buka Pesta Siaga 2019, Bupati Pati Haryanto: Pramuka Bisa Hindarkan Anak dari Krisis Moral

Bupati Pati Haryanto menjadi pembina upacara pembukaan Pesta Siaga 2019 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pati, di Lapangan Desa

Buka Pesta Siaga 2019, Bupati Pati Haryanto: Pramuka Bisa Hindarkan Anak dari Krisis Moral
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal 
Bupati Pati Haryanto menjadi pembina upacara pembukaan Pesta Siaga 2019 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pati, di Lapangan Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pati menyelenggarakan Pesta Siaga 2019 di Lapangan Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten pati, Sabtu (23/3/2019).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 420 peserta dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati.

"Masing-masing kecamatan mengutus Barung (satuan terkecil dalam Pramuka Siaga-red.) Putra dan Barung Putri. Masing-masing Barung beranggotakan 10 orang," terang Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pati Soegiono.

Ia menjelaskan, pada helatan Pesta Siaga yang dikemas dalam Perkemahan Satu Hari (Persari) tersebut, perwakilan dari tiap kecamatan bertemu, bergembira, dan saling berlomba mengadu keahlian dan keterampilan masing-masing.

"Juara 1, 2, dan 3 akan dipilih untuk maju ke ajang tingkat eks-karesidenan yang akan diselenggarakan pada 30 Maret mendatang. Kebetulan tahun ini Pati berperan sebagai tuan rumah tingkat eks-karesidenan," jelasnya.

Para peserta Pesta Siaga, lanjut Soegiono, diperlombakan dalam berbagai bidang pengetahuan dan keterampilan.

"Nanti mereka diminta beradu ketangkasan di setiap pos yang disebut 'taman'. Ada taman pintar, taman permainan, kemudian taman keimanan dan ketakwaan, dan sebagainya," katanya

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang bertindak sebagai pembina pada upacara pembukaan Pesta Siaga hari itu mengatakan, ia berharap para peserta pesta siaga tidak berkurang semangatnya meski kondisi lapangan sedikit becek akibat hujan.

"Harus 'di sini senang di sana senang'. Tidak ada kata susah dalam Pramuka. Meski kondisi lapangan seperti ini, semangat tidak boleh luntur," ucapnya.

Haryanto juga berharap, kegiatan Persari tersebut dapat memberi makna dan hikmah bagi peserta.

Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan upaya untuk mendidik karakter anak bangsa.

"Budi pekerti, jiwa sosial, gotong royong, semuanya ada dalam Pramuka," tegasnya.

Haryanto menuturkan, jiwa Pramuka dapat menghindarkan anak-anak dan generasi muda dari krisis moral. Menurutnya, jika sudah memiliki jiwa pramuka, seseorang akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

"Ada fenomena krisis moral yang kelihatannya sepele tapi sangat berdampak, yaitu saling hujat tanpa malu dan ewuh pekewuh. Hal itu terjadi karena tidak ada budi pekerti. Gerakan pramuka merupakan upaya untuk menghindarkan anak-anak kita dari hal tersebut," tandasnya. (mzk)

Tabrakan Bus dan Truk di Ampel Boyolali Jalan Raya Solo-Semarang, Sopir Truk dan Penumpang Tewas

Ariel dan Luna Maya Kepergok Ngobrol di Ultah BCL, Tagar #teambalikan Jadi Viral

Jokowi: Akan Saya Lawan!

Gunung Everest Mencair, 200-an Mayat Pendaki yang Terjebak di Gletser Bermunculan

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved