Talkshow Tribun Jateng Bincang Bisnis Bersama HP - Pentingnya Revolusi Industri 4.0 Bagi UMKM

Talkshow Bincang Bisnis dengan tema "Memperkuat Eksistensi UMKM dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0", yang diadakan Tribun Jateng Bersama HP.

Talkshow Tribun Jateng Bincang Bisnis Bersama HP - Pentingnya Revolusi Industri 4.0 Bagi UMKM
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Talkshow Memperkuat Eksitensi UMKM Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Bersama HP dan Tribun Jateng di Hotel Santika Kota Semarang, Sabtu (23/3). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Talkshow Bincang Bisnis dengan tema "Memperkuat Eksistensi UMKM dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0", yang diadakan Tribun Jateng Bersama HP, juga mendatangkan pembicara dari Pemerintahan.

Dalam hal ini, menyampaikan perkembangan UMKM dan IKM yang ada di Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang diwakili oleh Kepala Dinkop dan UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan, Revolusi Industri 4.0 semua berbasis internet, jadi contohnya menjadi pelaku usaha hotel tidak perlu membangun hotel, pengusaha biro tidak perlu membeli mobil dalam jumlah banyak, tapi cukup memiliki aplikasi saja.

Ketika teman-teman semua tidak mengikuti perkembangan dan perubahan zaman maka akan ketinggalan.

Video Talkshow Tribun Jateng Bincang Bisnis Bersama HP

Tapi kita juga tidak meninggalkan sistem yang secara offline, karena sebagian orang masih menginginkan melihat produk secara langsung untuk membuktikan kualitasnya.

"Jadi sekarang ini, tidak hanya membahas tentang boga (kuliner), handicraft saja, tapi fashion, furniture, interior, film, video, juga termasuk di dalamnya. Hal yang perlu disiapkan oleh para pelaku usaha dalam menghadapai Revolusi Industri 4.0 yaitu membutuhkan inovasi," tutur Litani Satyawati, pada Tribunjateng.com, Sabtu (23/3/2019).

Dengan adanya era revolusi ini, lanjutnya, maka cara pandang dalam berwirausaha tentu akan semakin luas.

Karena berbicara tentang Revolusi Industri 4.0, akan selalu berkaitan dengan ekonomi kreatif.

"Saya terinspirasi dengan kalimat 'Sedikit lebih beda, ternyata lebih baik dari pada sedikit lebih baik'. Intinya, beda disini mungkin dari sisi penataannya lebih enak dipandang ketika ditampilkan," ungkapnya.

Lita menyebut, dari sisi Pemerintah, pihaknya konsisten melakukan pendampingan kepada rekan UMKM, seperti pelatihan, pendampingan, dan khusus Semarang memiliki kredit Wibawa, yaitu agunan 3% pertahun dengan jangka waktu dua tahun.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved