Telaga Purba di Petungkriyono Pekalongan Ini Diubah Jadi Destinasi Wisata Spektakuler

Pemkab Pekalongan resmikan Telaga Sigebyar sebagai destinasi wisata baru di Kota Santri.

Telaga Purba di Petungkriyono Pekalongan Ini Diubah Jadi Destinasi Wisata Spektakuler
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah wisatawan asik menikmati suasana alam di wisata Telaga Sigebyar di Kacamata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin (25/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan meresmikan Telaga Sigebyar sebagai destinasi wisata baru di Kota Santri.

Peresmian dilakukan pada Minggu (24/3) lalu, jajaran Pemkab Pekalongan menggunakan iring-iringan mobil 4x4 guna menuju lokasi telaga.

Lokasi Telaga Sigebyar berada di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono dengan ketinggian hampir 2.000 MDPL.

Selain memperkenalkan tempat wisata baru, Pemkab Pekalongan juga mencoba penerapan wisata off road.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menjelaskan Telaga Sigebyar awalnya bernama Telaga Mangunan. Perubahan nama dilakukan agar lebih menarik wisatawan.

"Semoga saja dengan adanya tempat wisata baru bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar, harapan saya masyarakat bisa menyediakan homestay makanan tradisional, dan menyediakan sarana penunjang wisata agar ekonomi di sekitar telaga bisa tumbuh," katanya, Senin (25/3/2019).

Sejumlah wisatawan asik menikmati suasana alam di wisata Telaga Sigebyar di Kacamata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin (25/3/2019).
Sejumlah wisatawan asik menikmati suasana alam di wisata Telaga Sigebyar di Kacamata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin (25/3/2019). (Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Asip menjelaskan, Pemkab mendukung penuh pengembangan wisata Telaga Sigebyar agar benar-benar menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Pekalongan.

Adanya telaga melengkapi wisata yang sudah ada, Pemkab akan memberikan bantuan untuk memperbaiki sarana dan prasarana Rp 250 juta," paparnya.

Ia menuturkan sejumlah fasilitas wisata sudah ada di tempat, seperti perahu berkapasitas 12 penumpang dengan beberapkayak.

"Nanti tempat ini akan terus dikembangkan. Seperti membuat tempat-tempat yang digunakan mengabadikan momen anak-anak muda," imbuhnya.

Ditambah Asip, untuk saat ini pembersihan gambut masih terus dilakukan dengan mendatangkan alat berat.

"Dari total luas Telaga Sigebyar, baru 2 hektar yang bisa dibersihkan dari gambut dan masih ada 6 hektar lagi, karena telaga ini merupakan telaga purba yang ratusan tahun tidak pernah dibersihkan," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved