Ingin Hapus Citra Negatif Banyumas Raya sebagai Penghasil Jamu Berbahan Kimia, BP POM Gelar FGD

FGD ini mengundang para pelaku usaha termasuk institusi pendidikan yang memiliki program studi farmasi

Ingin Hapus Citra Negatif Banyumas Raya sebagai Penghasil Jamu Berbahan Kimia, BP POM Gelar FGD
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Badan POM Kabupaten Banyumas menggelar Focus Group Discusion (FGD) pengembangan dan pengawasan obat tradisional, pada Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sebagai upaya pengawasan obat tradisional sekaligus meningkatkan eksistensi apoteker, Badan POM Kabupaten Banyumas menggelar Focus Group Discusion (FGD) pengembangan dan pengawasan obat tradisional, pada Selasa (26/3/2019).

Bertempat di COR Hotel Purwokerto, peserta yang dilibatkan dari berbagai macam. Diantaranya adalah para Kepala Dinas Kesehatan se eks-Karesidenan Banyumas, Ketua Ikatan Apoteker se eks-Karesidenan Banyumas.

Kalangan akademisi seperti dekan Fakuktas Farmasi Unsoed dan UMP. Serta kalangan Perkumpulan Jamu Alami Indonesia (PJAI) di Kabupaten Banyumas.

FGD menjadi ajang menggali permasalahan dan hambatan sekaligus mencari solusi terkait program permasalah obat tradisional.

Data yang dimiliki oleh BP POM RI, menunjukan bahwa industri jamu secara nasional pada 2017 meningkat 5 persen, yaitu menghasilkan omset sebanyak Rp 15 Triliun. Omset tersebut dapat terus  berkembang sampai tahun ini dan diprediksi bisa mencapai Rp 17 Triliun di 2019.

Industri obat tradisional di Indonesia ada ribuan. Ada sebanyak 1.247 industri obat tradisional, 129 diantaranya adalah kategori Industri Obat Tradisional (IOT). Sisanya adalah Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT).

FGD ini mengundang para pelaku usaha termasuk institusi pendidikan yang memiliki program studi farmasi.

Hal itu dilakukan agar para peserta ikut mengembangkan industri obat tradisional secara bersama-sama. Terlebih lagi  untuk mengembagkan obat tradisional yang aman dan sesuai standar BP POM.  

Wilayah Banyumas Raya seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap sebagai daerah penghasil jamu obat tradisional. Akan tetapi, citra negarif Banyumas dikenal juga sebagai penghasil jamu tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Belum lagi peredaran jamu ilegal yang juga bebas di konsumsi dan dijual oleh di tengah masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved