Targetkan KLA Kategori Madya, Bupati Sragen: Semua Sisi Harus Diperhatikan

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen adakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Sukowati Setda Sragen, Selasa (26/3/2019).

Targetkan KLA Kategori Madya, Bupati Sragen: Semua Sisi Harus Diperhatikan
ISTIMEWA
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dalam acara Rakor gugus tugas KLA 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen adakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Sukowati Setda Sragen, Selasa (26/3/2019).

Hadir dalam rakor Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBPPPA) Joko sugeng, Ketua Gugus Tugas KLA Tugiyono, dan Ketua TP PKK Retna Susanti Dedy Endriyatno, Kepala OPD terkait, dan beberapa Camat beserta Lurah atau Kepala desa.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam kesempatannya mengatakan pada evaluasi KLA 2018 Kabupaten Sragen telah meraih penghargaan Kabupaten menuju Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama dan Kabupaten Peduli Hak Sipil.

"Pada Evaluasi KLA 2019 kami berharap ada peningkatan kategori dari Pratama menuju Madya," ujar Yuni.

Yuni juga menyampaikan dalam evaluasi tahun ini ada perubahan dalam penilaian.

"Pada 2018 kita bisa membuat prioritas kluster mana yang bisa diangkat, tetapi untuk tahun ini penilaian setiap kluster harus merata," lanjut Yuni.

Yuni menyampaikan Kabupaten Sragen harus memliki 25 % dari jumlah Desa/Kelurahan layak anak (Dekela), Kecamatan Layak Anak (Kelana), Pelayanan Anak Terpadu Berbasis  Masyarakat (PATBM), Sekolah Ramah Anak (SRA), Pusat Kreatifitas Anak (PKA), dari total jumlah yang ada.

"Jumlah Puskesmas Ramah Anak (PRA) diatas 50%, sedangkan prevelensi gizi angka di bawah angka nasional dengan persentase harus lebih kecil dari tahun sebelumnya, IMD dan ASI eksklusif angka di bawah angka nasional dengan persentase lebih besar dari tahun sebelumnya, dan sudah ada kebijakan Perda kawasan tanpa rokok," terang Yuni.

Selain indikator Dekela, Kelana, SRA dan PRA dalam penilaian KLA, indikator lainnya seperti jumlah pernikahan anak, RBRA, Peran forum anak, peran dunia usaha juga harus diperhatikan.

"Hari ini kita kumpulkan, karena KLA harus kita raih bersama, kita sama-sama tahu apapun bentuknya dana dari pemerintah pusat ke kabupaten, harus disertai prestasi, tidak serta merta masuk ke daerah,” lanjut dia.

Sementara itu Kepala Bappeda Litbang Sragen sekaligus ketua gugus tugas Tugiyono menyampaikan kegiatan ini untuk menyiapkan instrumen dan data untuk pengisian kuesioner evaluasi KLA tahun 2019 dari masing-masing anggota Gugus Tugas KLA.

"Kami mengharapkan, data untuk pengisian evaluasi terpenuhi, bisa berkomitmen bersama dalam mewujudkan KLA, dan tentunya bisa meraih predikat Madya," ungkapnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved