Benarkah Air Liur Bisa Tularkan Penyakit TBC? Ini Penjelasan Ahli Klinis RSUP Kariadi Semarang

Benarkah air liur dan alat makan mampu memengaruhi penularan TBC? Ahli Klinis RSUP dr Kariadi, dr. Thomas Handoyo, menolak mentah pemikiran itu

Benarkah Air Liur Bisa Tularkan Penyakit TBC? Ini Penjelasan Ahli Klinis RSUP Kariadi Semarang
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Ahli Klinis RSUP dr. Kariadi, dr. Thomas Handoyo, Sp.PD saat ditemui Tribun Jateng usai siaran bersama Promkes Dinkesprov Jateng di salah satu radio Kota Semarang, Rabu (27/03/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit yang banyak ditakuti masyarakat.

Selain satu di antara penyebab penyakit mematikan di dunia, penularannya yang mudah membuat sebagian orang cenderung waspada jika terkena air liur hingga menjauhi penderita dan memisahkan alat makannya.

Benarkah air liur dan alat makan mampu memengaruhi penularan TBC?

Seorang Ahli Klinis RSUP dr Kariadi, dr. Thomas Handoyo, Sp.PD menolak mentah pemikiran tersebut.

Menurut dr. Thomas, penularan penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis ini tidak dipengaruhi air liur maupun alat makan yang sama, melainkan melalui udara.

dr. Thomas menjelaskan, penularan melalui udara terjadi dari penderita yang batuk maupun bersin dan kemudian menularkan bakteri TBC kepada orang lain yang bukan penderita.

"Penularan hanya lewat droplet atau batuk. Jadi air liur maupun tempat makan yang sama tidak memengaruhi," jelasnya, Rabu (27/3/2019).

Ia memaparkan, ada dua hal yang menjadi sarana penularan TBC, yakni airborne dan droplet.

"Airborne itu yang kecil, kurang dari lima mikron yang dikeluarkan melalui batuk. Tetapi juga ada yang besar, yang basah, yang lebih dari itu," paparnya.

Dijelaskan, bakteri yang menjadi penyebab TBC tersebut masuk ke dalam paru-paru menuju alveoli dan bergerak melalui pembuluh darah hingga ke kelenjar getah bening.

Dari kelenjar getah bening, bakteri masuk menjalar sistem organ lainnya.

Sementara, lanjutnya, penularan dapat terjadi ke semua organ, mulai dari mata, THT, mulut, trnggorokan, kelenjar getah bening, jantung, paru, pleura, perut, hingga ke semua kelenjar.

"Semua bisa terkena. Paling rentan pertama masuk lewat paru karena memang konsepnya airborne droplet melalui paru-paru dulu. Dari situ kemudian bergerak ke tempat yang lain," jelasnya seusai melakukan siaran bersama Promkes Dinas Kesehatan Jawa Tengah di salah satu radio Kota Semarang. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved