Eko Mendukung Pemkot, Ramli Keberatan Dipindah: Respon Relokasi PKL Alun-Alun Kota Pekalongan

Wacana pemindahan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Pekalongan, bakal direalisasikan Pemkot Pekalongan tahun ini.

Eko Mendukung Pemkot, Ramli Keberatan Dipindah: Respon Relokasi PKL Alun-Alun Kota Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Suasana Alun-Alun Kota Pekalongan dan para pedagang kaki lima, Rabu (27/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wacana pemindahan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Pekalongan, bakal direalisasikan Pemkot Pekalongan tahun ini.

Para PKL akan dipindahkan ke Pasar Sugihwaras, dimana saat ini sedang dilakukan penyelesaian pembangunannya.

Eko Yulianto (52) PKL asal Ponolawen yang sudah berdagang di Alun-Alun Kota Pekalongan sejak 25 tahun lalu, mendukung wacana tersebut.

"Kalau saya mendukung agar pedagang lebih tertib dan tentunya lebih bersih tempat berdagang kami nanti," jelasnya, Rabu (27/3/2019).

Eko menuturkan, belum adanya aturan mengenai ukuran lapak membuat alun-alun memang terkesan semrawut.

"Karena yang memiliki modal bisa membuka lapak ukuran besar, sedangkan yang tidak punya modal hanya berdagang menggunakan gerobak atau lesehan," paparnya.

Ia mengaku ingin memiliki tempat berdagang yang lebih layak dan beberapa waktu lalu pihak Pemkot Pekalongan telah mendata para pedagang yang ada di alun-alun.

"Sosialisasi memang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Menurut saya kalau benar dilakukan dan ditata baik ukuran lapak maupun kebersihannya di tempat baru nanti akan banyak pengunjung," ujarnya.

Tanggapan berbeda, Romli (55) PKL lainnya, menganggap wacana dari Pemkot Pekalongan tidak memihak kepada para pedagang.

"Kalau pindah apa menjamin dagangan kami laku. Padahal kami sudah berdagang puluhan tahun di alun-alun," imbuhnya.

Ia menambahkan, walaupun para pedagang datang dari siang sampai malam hari di alun-alun, tapi pendapatannya cukup untuk membiayai keluarga.

"Kami juga tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan ada paguyuban pedagang. Tolong kalaupun membuat wacana perlu diperhatikan kesejahteraan para pedagang yang akan terkena dampaknya secara langsung," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved