Smart Alarm Kebakaran yang Digagas Pemkot Solo Memasuki Uji Coba Tahap Akhir

Konektivitas alarm pintar (smart alarm) yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memasuki masa uji coba tahap akhir.

Smart Alarm Kebakaran yang Digagas Pemkot Solo Memasuki Uji Coba Tahap Akhir
ISTIMEWA
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Konektivitas alarm pintar (smart alarm) yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memasuki masa uji coba tahap akhir.

Smart alarm ini disiapkan untuk penanganan cepat kebencanaan dan akan dipasang pada Mei 2019. Smart alarm itu akan terhubung dengan Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) sehingga penanganan kebakaran bisa cepat dilakukan.

Namun alarm tidak hanya merespons kejadian kebakaran. Melainkan tanggap bencana lain atau tanggap darurat kesehatan.

"Tahap pertama pemasangan alarm pintar tersebut menyasar 20 titik di gedung strategis seperti pasar, bank, dan kantor," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Solo, Gatot Sutanto, Selasa (26/3) siang.

Gatot mengatakan, selain gedung strategis, sebagian alarm juga dipasang di rumah sakit.

Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan sejak tahun lalu, termasuk karyawan instansi yang menjadi titik pemasangan.

Menurut Gatot, penanganan bencana kebakaran dibutuhkan penanganan cepat. Hal tersebut karena sesuai grafis api jika terjadi kebakaran dalam waktu 10 menit lebih maka api akan sulit untuk dipadamkan.

Tak hanya itu gedung-gedung bertingkat juga terus bertambah. Hal ini pun bakal berdampak pada kepadatan bangunan di Kota Solo.

"Jadi kalau penanganan kebakaran tidak cepat, maka bisa cepat menjalar ke bangunan lain," ujarnya.

"Kondisi ini yang kami pikirkan agar penanganan bencana kebakaran bisa lebih cepat," lanjut Gatot.

Cara kerja alarm yakni saat kebakaran terjadi alarm di lokasi akan berbunyi begitu pula di mako induk. Petugas bisa langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan api.

Sehingga, penanganan lebih cepat dan tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Smart alarm ini nantinya juga akan diluncurkan sebagai aplikasi sehingga bisa digunakan masyarakat secara luas. Cara melaporkan kebakarannya yakni dengan tinggal klik ke aplikasi yang dilengkapi fitur kamera. Masyarakat juga bisa video call dan mengirim gambar.

"Kondisi panik biasanya tidak bisa ngomong, jadi langsung foto atau video," jelas Gatot.

"Ada fitur kirim koordinat juga, sehingga petugas bisa langsung ke lokasi," ungkapnya. (Tribunsolo.com)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved