Bupati Haryanto: Aparat Pemerintahan Harus Berani Delete Warga Tidak Layak Terima PKH

Bupati Pati Haryanto mengingatkan para kepala desa dan masyarakat untuk tidak berbangga jika nominal bantuan PKH di desanya lebih besar.

Bupati Haryanto: Aparat Pemerintahan Harus Berani Delete Warga Tidak Layak Terima PKH
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Paparan Bupati Pati Haryanto pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2020 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto mengingatkan para kepala desa dan masyarakat untuk tidak berbangga jika nominal bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di desanya lebih besar dibanding desa lain.

"Sebab itu justru menunjukkan tingkat kemiskinan yang masih tinggi," tegasnya.

Hal tersebut dikemukakan Haryanto pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2020 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (28/3/2019).

Haryanto juga mengimbau agar penerima bantuan PKH diverifikasi.

Hal tersebut untuk memastikan upaya penurunan kemiskinan dapat berjalan tepat sasaran.

"Sudah sekitar seribu yang diverifikasi Pak Wakil (Wakil Bupati Pati-red.), yang mestinya tidak layak menerima bantuan. Harus di-del itu (dihapus dari data penerima bantuan-red.). Harus berani," tegasnya.

Kalau aparat pemerintahan tidak berani bertindak tegas mengenai hal tersebut, menurut Haryanto, upaya pengentasan kemiskinan tidak akan berjalan optimal.

"Kami masih punya sekitar 123 ribu warga miskin. Kami telusuri by name dan by address. Setelah tahu data yang valid, kami membagi SKPD secara tuntas. Masing-masing akan punya satu desa desa binaan. Kalau tidak mencukupi, per satu kecamatan dibagi beberapa OPD untuk mengcover agar program-program pengentasan kemiskinan ini tepat sasaran," imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut Haryanto, perencanaan pembangunan yang dilakukan setiap tahun tidak akan berujung sia-sia sebagai rutinitas belaka.

Sebaliknya, setiap perencanaan pembangunan akan mencapai hasil yang optimal. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved