Masih Ada 21 Anak di Kota Semarang Terdeteksi Mengalami Gizi Buruk

Gizi buruk di Kota Semarang menyentuh angka 21 penderita pada tahun 2019 ini. Jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 23 penderita.

Masih Ada 21 Anak di Kota Semarang Terdeteksi Mengalami Gizi Buruk
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Juri sedang melakukan penilaian Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gizi buruk di Kota Semarang menyentuh angka 21 penderita pada tahun 2019 ini. Jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 23 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono menuturkan, pihaknya terus berupaya agar masyarakat Kota Semarang tidak ada yang mengalami gizi buruk.

Setiap menjumpai kasus gizi buruk, pihaknya langsung memanggil orang tua dan memberikan perhatian khusus kepada anak yang menderita gizi buruk.

"Kami terus melakukan pelacakan. Setiap ada gizi buruk kami panggil, kami lakukan penanganan, pemeriksaan, dan pemberian makanan tambahan (PMT) secara rutin," terang Widoyono disela-sela acara Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Kamis (28/3/2019).

Menurutnya, gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh kemampuan ekonomi keluarga. Gizi buruk juga disebabkan oleh pola asuh orang tua yang tidak benar.

Penderita gizi buruk di Kota Semarang pun tidak semua dari kalangan menengah ke bawah. Ada juga yang dari kalangan menengah. Hal ini menunjukan bahwa kemampaun ekonomi bukan menjadi faktor utama penyebab gizi buruk.

"Sebenarnya punya uang, tapi tidak tahu asupan yang baik untuk anak, kurang sabar menyuapi anaknya," ujar Widoyono.

Satu di antara cara untuk mendorong orangtua melakukan pola asuh yang baik yakni dengan menggelar Lomba Balita Sehat.

Dinkes Kota Semarang menggelar Lomba Balita Sehat rutin setiap tahun.

Ada beberapa penilaian dalam lomba tersebut mulai pertumbuhan anak hingga perkembangan anak. Dinkes Kota Semarang menghadirkan dokter anak dam psikolog anak untuk menilai pertumbuhan dan perkembanhan anak.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved