Tahun Ini Pemkab Tegal Sekolahkan 1.300 Anak Putus Sekolah Tingkat SD dan SMP

1.300 anak putus sekolah di Kabupaten Tegal akan kembali ke bangku kelas pada tahun ini tingkat SD dan SMP.

Tahun Ini Pemkab Tegal Sekolahkan 1.300 Anak Putus Sekolah Tingkat SD dan SMP
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah membuka Musrenbang Kabupaten Tegal Tahun 2019 di Taman Rakyat Slawi (Trasa), Rabu (27/3/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - 1.300 anak putus sekolah di Kabupaten Tegal akan kembali ke bangku kelas pada tahun ini.

Mereka yang kembali bersekolah itu mulai dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tegal.

Melalui program 'Yuk Sekolah Maning', Pemkab Tegal menganggarkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk menarik ribuan siswa yang terjerat putus sekolah.

"Target 1.300 anak dari total 11.920 anak putus sekolah kategori SD dan SMP. Jadi, pada 2019 sebagian kecil dahulu untuk anak putus sekolah akan kembali ke bangku pendidikan formal,” terang Bupati Tegal, Umi Azizah saat pembukaan Musrenbang Kabupaten Tegal Tahun 2019 di Taman Rakyat Slawi (Trasa), Rabu (27/3/2019) kemarin.

Umi mengungkapkan, pembangunan di 2020 juga akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Umi, pembangunan itu sejalan program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Sebagaimana diketahui, tambah Umi, tema pembangunan pada 2020 dari Pemerintah Pusat adalah peningkatan SDM untuk pertumbuhan berkualitas.

Sedangkan dari Pemprov Jateng yaitu memfokuskan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup, dan kapasitas SDM.

"Melalui efektivitas pelayanan publik didukung penyediaan infrastruktur yang mantap dan penguatan daya saing ekonomi daerah,” kata Umi.

Selaras dengan itu, Umi menyebut, untuk prioritas penuntasan kemiskinan, Pemkab Tegal memiliki program Three-J, seperti Jadup atau jaminan hidup, yang akan diberikan kepada masyarakat miskin tua atau jompo dan tidak mempunyai penghasilan dan bergantung belas kasihan warga.

Kemudian Jakes atau jaminan kesehatan, diberikan kepada masyarakat miskin yang sakit berat serta tidak mampu berobat.

Terakhir Jarum atau jaminan rumah, diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak memiliki tempat tinggal atau rumah tidak layak dan hidup bersama di bantaran sungai.

Disamping itu, program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) dan Yuk Sekolah Maning.

Dengan adanya program tersebut, Umi berharap dapat mewujudkan kualitas SDM yang baik dengan didukung penyediaan infrastruktur yang mantap.

"Pada tahun ini sebanyak 457 unit rumah akan direhab melalui pendanaan APBD Kabupaten Tegal. Sedangkan pada program PDPM, harapannya seluruh rumah tangga miskin sudah tuntas memiliki akses jamban sehat," ujarnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved