Ada 5 Tempat Berdoa di Pagoda Avalokitesvara Vigara Buddhagaya Semarang, Beda Tempat Beda Doa

Pagoda Avalokitesvara Vihara Buddhagaya Watugong Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang memiliki lima tempat berdoa

Ada 5 Tempat Berdoa di Pagoda Avalokitesvara Vigara Buddhagaya Semarang, Beda Tempat Beda Doa
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pengurus Vihara Buddhagaya Watugong sedang menata persembahan untuk persiapan umat melakukan ibadah, Jumat (29/3). Menurut sejarah, vihara Buddhagaya Watugong didirikan pada tahun 1957, dan merupakan vihara pertama di Indonesia setelah keruntuhan kerajaan Majapahit. Saat itu berupa vihara kecil, dan sempat terlantar selama beberapa tahun. Hingga akhirnya Sangha Theravada Indonesia memprakarsai renovasi vihara Watugong menjadi sebuah vihara yang besar, indah, megah. Pada tahun 2006 vihara ini diresmikan kembali. Bahkan, MURI mencatat bangunan ini sebagai vihara tertinggi di Indonesia. Selain sebagai tempat ibadah umat Budha Vihara Buddhagaya Watugong juga sebagai tempat wisata umum. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pagoda Avalokitesvara Vihara Buddhagaya Watugong Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang memiliki lima tempat berdoa. Setiap tempat berdoa memiliki jenis yang berbeda.

Lokasi berdoa berada di lima sisi pagoda. Setiap tempat berdoa terdapat patung Dewi Kwan Im. Dilihat dari luar, Pagoda Avalokitesvara memiliki tujuh lantai, namun sebenarnya hanya satu lantai yang menjulang setinggi 45 meter.

"Pertama untuk doa mendapat jodoh, mendapat anak wanita, yang mengahadap keselatan untuk orang terancam kejahatan, kemudian orang yang pengin anak laki-laki, dan untuk memohon badan kuat, sehat, dan umur panjang," sebut Pengelola Vihara Buddhagaya, Romo Warto.

Ia mengatakan, Pagoda Avalokitesvara merupakan tempat sembahyang memanjatkan doa kepada Dewi Kwan Im. Dewi Kwan in merupakan calon Budha yang bersumpah tidak akan mencapai nirwana selama masih ada orang yang menderita.

"Dewi Kwan Im menolong manusia selama manusia masih ada kesulitan. Dewi Kwan Im juga memiliki nama lain Dewi Kwan Si Im Pho Sat dan banyak lagi namanya," katanya.

Selain untuk tempat ibadah umat Budha, Vihara yang dibangun sejak 1955 ini juga ramai dikunjungi pengunjung. Pengunjung datang degan tujuan wisata dan melakukan penelitian.

"Termasuk dari luar negeri, dari Eropa, Perancis, Belgia, Singapura, Jepang, Myanmar. Paling banyak pengunjung momen liburan. Perbulan yang tertinggi 8754 pengunjung," sebutnya. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved