Bomber Baru PSIS, Claudir Marini Terkesima dengan Sepak Bola Indonesia, Lebih Gila dari di Brazil

Bomber asing PSIS Semarang asal Brasil, Claudir Marini Junior punya kesan tersendiri dalam petualangan barunya di Indonesia

Bomber Baru PSIS, Claudir Marini Terkesima dengan Sepak Bola Indonesia, Lebih Gila dari di Brazil
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Claudir Marini Junior berlatih bersama PSIS Semarang di Lapangan Watu Gandu, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jumat (29/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNGAN - Bomber asing PSIS Semarang asal Brasil, Claudir Marini Junior punya kesan tersendiri dalam petualangan barunya di Indonesia.

Eks penggawa Corinthians di Liga utama Brasil ini bergabung bersama PSIS usai menjalani dua musim berkarir di Liga utama Iran.

Menurut Marini, kultur sepak bola Indonesia dan Brasil memiliki sedikit perbedaan. Selain gaya bermain, hal yang disebutnya berbeda adalah atmoser sepakbola.

"Ada sedikit perbedaan. Karena gaya permainan Brasil dan disini berbeda. Armosfer di Brasil dan disini juga berbeda.

Tapi saya jatuh cinta dengan Indonesia. Saya suka negara dan sepakbola disini," kata Marini saat ditemui Tribun Jateng di Hotel Kusma, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (29/3/2019).

Saat ini, Marini bersama rekan setimnya sedang menjalani training center (TC) di Bandungan, selama sepuluh hari. TC ini dimaksudkan untuk meningkatkan kondisi fisik pemain PSIS sebelum berlaga di komperisi Liga 1 yang rencananya bakal bergulir Mei mendatang.

Menurut Marini, selama menjalani latihan di Bandungan ia cukup terkesan dengan antusias masyarakat setempat yang menyaksikan langsung latihan Marini dkk.

Dalam pantauan Tribun Jateng, latihan PSIS sejak hari pertama (21/3), tidak pernah sepi dengan penonton. Masyarakat sekitar rela datang menyaksikan latihan dan meminta foto bersama dengan pemain sehabis latihan.

"Tempat latihan selama di sini baik, walaupun cukup sulit (lapangannya)," kata Marini.

Menurut Marini, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepakbola tidak kalah dengan di negaranya.

Bahkan, pemain berusia 26 tahun ini mengatakan fans di Indonesia lebih gila, dibanding dengan di Brasil.

"Ya, sama dengan Brasil, orang-orang suka menonton kami di latihan. Tapi saya pikir di sini kecintaan mereka kepada sepak bola lebih gila dari fans di Brasil.

"Ini hal yang bagus. Mereka selalu mensupport kami saat bertanding dan juga saat berlatih. Ini hal yang bagus, karena memberi kami kekuatan. Saat kami lelah, kami mendengar dukungan mereka di lapangan. Itu menjadi pembangkit semangat kami," kata Marini.

Musim ini Marini didatangkan PSIS Semarang untuk mengganti posisi striker PSIS sebelumnya, Bruno Silva yang memilih hengkang ke Liga Arab.

Beban berat ada di pundak Marini agar bisa bersinar di tahun pertamanya bersama PSIS. Sama seperti yang dilakukan Bruno Silva musin lalu. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved